Provinsi Lampung resmi memulai kembali pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB mulai besok. Kebijakan ini diambil menyusul berakhirnya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya diterapkan sebagai antisipasi terhadap dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Awali kegiatan dengan salat istisqa
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyatakan setiap sekolah diminta mengawali proses pembelajaran dengan salat istisqa secara berjemaah. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai doa bersama agar hujan turun dan kondisi akibat erupsi serta kekeringan segera membaik.
"Mulai besok, secara resmi proses pembelajarannya beralih lagi dari PJJ menjadi tatap muka di sekolah masing-masing di satuan pendidikan yang ada di Provinsi Lampung,"
Salat istisqa dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.30 WIB di masjid atau lapangan tiap satuan pendidikan. Thomas juga mengimbau agar guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan tetap menggunakan masker.
Protokol kebersihan dan koordinasi teknis
Selain kegiatan doa bersama, Dinas Pendidikan menegaskan perlunya pengecekan dan pembersihan ruang kelas serta lingkungan sekolah dari abu vulkanik sebelum PTM berjalan. Pembersihan menjadi tanggung jawab petugas kebersihan sekolah, namun apabila dampak abu cukup berat, sekolah diminta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membantu penyiraman atau pembersihan lebih intensif.
- Pelaksanaan salat istisqa pada pukul 07.30 WIB di masjid atau lapangan sekolah.
- Penggunaan masker diwajibkan selama kegiatan doa bersama oleh guru, tenaga kependidikan, dan siswa.
- Pembersihan kelas dan lingkungan sekolah oleh petugas kebersihan; koordinasi dengan BPBD bila dampak abu berat.
Thomas juga menyatakan sudah meminta kepala dinas di tingkat kabupaten/kota untuk memantau kondisi satuan pendidikan yang terdampak agar segera dilakukan pembersihan oleh petugas kebersihan. Instruksi ini ditujukan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung aman dan kondusif setelah kembali ke model tatap muka.
Dampak abu vulkanik terhadap operasional sekolah
Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pernapasan serta merusak sarana pendidikan jika tidak dibersihkan. Oleh karena itu, tindakan pencegahan seperti penyiraman area luar dan pembersihan menyeluruh ruang kelas menjadi langkah prioritas sebelum murid kembali memenuhi gedung sekolah. Sekolah diimbau melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menunda kegiatan di area yang masih tercemar jika perlu.
| Aspek | Instruksi |
|---|---|
| Waktu PTM | Mulai besok (semua jenjang SMA/SMK/SLB) |
| Doa bersama | Salat istisqa berjemaah pukul 07.30 WIB |
| Protokol kebersihan | Pembersihan kelas oleh petugas; koordinasi BPBD jika abu berat |
Meski kebijakan PTM diberlakukan kembali, Dinas Pendidikan menekankan pentingnya kewaspadaan. Sekolah yang wilayahnya masih dipenuhi debu vulkanik diimbau menunda sebagian aktivitas luar ruang sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Imbauan bagi orang tua dan masyarakat
Orang tua diminta memantau kondisi kesehatan anak sebelum mengirim mereka ke sekolah. Bila ditemukan gejala gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan lain yang memburuk, orang tua disarankan menunda kehadiran siswa di sekolah dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan. Penggunaan masker oleh siswa dan tenaga pendidikan saat beraktivitas di lingkungan sekolah juga menjadi langkah mitigasi yang dianjurkan.
Pembukaan kembali PTM ini diharapkan dapat segera mengembalikan rutinitas pendidikan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Lampung, namun pelaksanaannya bergantung pada kondisi lapangan dan kesiapan setiap satuan pendidikan untuk menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan.
Ria Anjani, Koresponden Daerah - Lampung