Wapres tinjau dan serahkan sertifikat di Parombunan
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyerahkan sertifikat hak milik bagi warga yang kini menempati hunian tetap (huntap) di kawasan Parombunan, Kota Sibolga, Jumat lalu. Kunjungan itu bertujuan memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan dan warga memperoleh tempat tinggal yang layak serta aman.
Dalam peninjauan, Wapres melihat langsung sejumlah huntap yang telah selesai dibangun serta meninjau unit-unit yang masih dalam proses pengerjaan. Di Parombunan, tercatat ada 40 unit hunian tetap yang telah selesai dan sudah ditempati oleh warga terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Reaksi warga: lega setelah kehilangan rumah
Sambutan warga terhadap kehadiran Wapres berlangsung hangat. Beberapa penghuni menyampaikan rasa syukur karena memperoleh hunian baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang. Seorang penghuni, Merlina, mengatakan bahwa rumahnya hancur total dan keluarganya sempat menyewa kontrakan sebelum menempati huntap.
"Rumah kami sebelumnya hancur total, dan tidak dapat ditempati akibat banjir bandang melanda wilayah Sibolga tahun lalu,"
Merlina menambahkan bahwa ia bersyukur mendapat rumah yang dapat menjadi tempat berteduh permanen. Penghuni lain, Aina, juga menyampaikan ucapan terima kasih karena telah mendapatkan tempat tinggal.
"Alhamdulillah sudah ada tempat tinggal, sebelumnya rumah kami hancur karena banjir,"
Dukungan lembaga dan target penyelesaian
Pembangunan huntap di Sibolga dikerjakan melalui kolaborasi pemerintah dan sejumlah lembaga kemanusiaan. Yayasan Buddha Tzu Chi tercatat sebagai mitra utama yang berkomitmen membangun huntap. Menurut perwakilan yayasan, mereka berkomitmen membangun huntap untuk 2.603 kepala keluarga di seluruh Sumatera Utara.
Khusus untuk Kota Sibolga, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi menyebutkan telah selesai 114 unit dari komitmen 200 unit huntap. Pekerjaan sisanya masih berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun, dengan penyelesaian paling telat pada bulan November.
Data pembangunan huntap dan huntara
Satuan tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat perkembangan berikut sampai 8 Agustus 2026:
- Huntara (hunian sementara) dibangun: 18.916 unit
- Huntara yang sudah dihuni: 18.874 unit
- Huntap yang sudah siap dibangun: 309 unit
| Lokasi | Keterangan |
|---|---|
| Parombunan, Sibolga | 40 unit huntap selesai dan dihuni |
| Seluruh Kota Sibolga | 114 unit selesai dari komitmen 200 unit |
Konsekuensi lokal dan langkah selanjutnya
Bagi warga Sibolga, penyelesaian huntap berarti pemulihan sebagian besar aspek kehidupan rumah tangga—keamanan tempat tinggal, stabilitas psikologis, dan dasar untuk memulai kembali usaha atau pekerjaan. Namun, masih ada pekerjaan tersisa untuk menyelesaikan unit-unit yang belum rampung dan memastikan fasilitas pendukung serta administrasi kepemilikan tanah berjalan lancar.
Dalam kunjungan ini, Wapres menanyakan detail fasilitas umum dan proses pembangunan huntap, termasuk kapan unit-unit yang sedang dibangun dapat diselesaikan. Pemerintah daerah dan mitra pembangunan diharapkan mempercepat penyelesaian sesuai target yang telah diumumkan agar lebih banyak warga dapat segera menempati hunian yang layak.
Sebagai koresponden dari Sumatera Utara, saya melihat langsung antusiasme warga yang ingin menyapa pimpinan negara dan meninjau kondisi hunian mereka. Proses pemulihan pascabencana ini membutuhkan koordinasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan agar target penyelesaian dan kualitas hunian dapat terpenuhi.
Penutup: Penyerahan sertifikat hak milik dan progres pembangunan huntap di Sibolga menunjukkan langkah konkret pemulihan pascabencana. Meski sudah ada puluhan keluarga yang mendapatkan rumah tetap, fokus kini bergeser pada penyelesaian sisa unit, penyediaan fasilitas pendukung, dan memastikan hak kepemilikan tercatat dengan baik untuk mencegah masalah administratif di masa depan.