Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI KPw Sumut) meluncurkan program ULOS PATEN sebagai langkah strategis memperkuat sirkulasi uang logam dan memastikan ketersediaan rupiah layak edar di wilayah Sumatera Utara. Program ini diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan di Lapangan Merdeka Medan pada Minggu, 9 Agustus 2026, bertepatan dengan agenda Car Free Day.
Tujuan dan mekanisme ULOS PATEN
ULOS PATEN merupakan singkatan dari Uang Logam Sumatra Utara Pilah, Hitung, dan Edarkan. Menurut keterangan yang disampaikan Deputi Kepala Divisi Pengelolaan Uang Rupiah, Hendra Wangsa, inisiatif ini bertujuan mendekatkan proses pengelolaan uang logam kepada masyarakat sekaligus mempertemukan supply dan demand uang logam di provinsi ini melalui kegiatan pilah, hitung, dan penyerahan kembali ke peredaran.
“Melalui ULOS PATEN, KpW Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara berkomitmen mendorong terbentuknya ekosistem sirkulasi uang logam yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,”
Program ini juga dirancang sebagai medium edukasi publik, terutama untuk menanamkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, yang diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan bagi jenjang SD, SMP, dan SMA.
Pelaksanaan di Lapangan Merdeka dan partisipasi publik
Pada kegiatan di Medan, masyarakat diajak menyumbangkan uang logam minimal Rp10.000 untuk kemudian ditukar dengan hadiah menarik. Uang logam yang terkumpul pada percontohan ini akan disalurkan kepada Masjid Baitul Ikhsan. Hadirnya mekanisme sederhana ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kebiasaan mengumpulkan dan menyalurkan uang logam secara produktif.
Rencana pengembangan dan kolaborasi
Bank Indonesia menyatakan akan memperluas cakupan pengumpulan dan kanal koordinasi program. Rencana pengembangan meliputi:
- Pengembangan kanal koordinasi berbasis web untuk pelaporan dan pemantauan supply-demand.
- Perluasan titik pengumpulan ke tempat ibadah, koperasi, dan mitra potensial lainnya.
- Peningkatan keterlibatan perbankan untuk menyerap kelebihan supply uang logam.
Dengan memperkuat peran perbankan, BI bermaksud memastikan kegiatan pilah dan penyerapan uang logam tidak hanya berakhir sebagai aksi simbolik, melainkan masuk ke mekanisme sistem pembayaran yang lebih formal dan terukur.
Dampak lokal dan tantangan implementasi
Program ini berpotensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pengelola layanan publik. Sirkulasi uang logam yang lancar membantu pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, dan sektor jasa yang sering bergantung pada pecahan logam untuk transaksi kecil. Selain itu, pengumpulan yang terkoordinasi dapat mengurangi penumpukan logam di rumah tangga yang selama ini menyulitkan peredaran.
Namun, tantangan juga nyata. Efektivitas program akan bergantung pada partisipasi luas masyarakat dan kesiapan infrastruktur pelaporan berbasis web yang direncanakan. Ketersediaan titik pengumpulan yang mudah dijangkau serta keterlibatan perbankan dalam menyerap kembali logam yang terkumpul menjadi faktor penentu keberlanjutan program.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Pelaksanaan percontohan | Car Free Day, Lapangan Merdeka Medan, 9 Agustus 2026 |
| Partisipasi masyarakat | Sumbangan minimal Rp10.000 berupa uang logam; hadiah untuk peserta |
| Penyaluran | Masjid Baitul Ikhsan (untuk kegiatan percontohan) |
| Rencana pengembangan | Web pelaporan, titik pengumpulan di tempat ibadah dan koperasi, keterlibatan perbankan |
Penutup
Inisiatif ULOS PATEN menunjukkan pendekatan praktis Bank Indonesia KPw Sumut dalam mengatasi masalah peredaran uang logam yang sering luput dari perhatian publik. Implementasi yang melibatkan sekolah, masyarakat, hingga institusi perbankan berpeluang membentuk kebiasaan baru dalam pengelolaan uang fisik. Pelaksanaan lanjutan dan penguatan kanal koordinasi akan menentukan apakah program ini dapat bertransisi dari kegiatan kampanye menjadi bagian integral dari ekosistem sirkulasi rupiah di Sumatera Utara.
Reportase ini disusun berdasarkan siaran pers resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara dan kegiatan publik yang berlangsung pada 9 Agustus 2026 di Medan.