Medan — Gempa bumi berkekuatan 6,4 Magnitudo yang berpusat di wilayah Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu petang mengguncang sejumlah kabupaten/kota hingga provinsi tetangga. Getaran dilaporkan dirasakan oleh warga di Banda Aceh, Padang, dan beberapa wilayah di Sumbar serta Aceh Selatan.
Data BMKG dan pusat gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa terjadi pada pukul 17.54.52 WIB. Lokasi episentrum tercatat di koordinat 2,97 Lintang Utara dan 98,95 Bujur Timur, sekitar 10 kilometer tenggara Simalungun, dengan kedalaman mencapai 163 kilometer.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Magnitudo | 6,4 |
| Waktu (WIB) | 17.54.52 |
| Koordinat | 2,97 LU, 98,95 BT |
| Kedalaman | 163 km |
| Jarak dari pusat | 10 km tenggara Simalungun |
Reaksi warga dan situasi di lapangan
Warga di sejumlah wilayah menyatakan guncangan terasa cukup kuat, membuat sejumlah orang bergegas keluar rumah untuk memastikan keselamatan. Di Padang, beberapa penduduk sempat mengira gempa berasal dari zona Mentawai atau daerah lain di Sumatera Barat sebelum informasi resmi BMKG tiba.
"Gempanya cukup kuat terasa. Ada sekitar beberapa detik. Tadinya saya pikir di Mentawai atau di Agam. Ternyata sesuai laporan BMKG, pusatnya di Simalungun ya,"
Keterangan di atas disampaikan oleh seorang warga di kawasan Tunggul Hitam, Padang. Warga lain di Lubuk Begalung juga mengungkapkan perasaan terkejut akibat guncangan yang membuat meja dan foto di dinding bergoyang.
Di Aceh, terutama Banda Aceh dan Aceh Selatan, masyarakat melaporkan merasakan getaran. Seorang penduduk Aceh Selatan menyebut arloji dan barang dinding perlu ditahan agar tidak jatuh ketika gempa berlangsung.
Dampak awal dan pengamatan
Sampai dengan laporan awal ini ditulis, belum ada informasi resmi tentang korban jiwa atau kerusakan signifikan yang tersebar luas. Karena kedalaman gempa tercatat cukup dalam (163 km), potensi kerusakan di permukaan cenderung berbeda dibanding gempa dangkal. Namun, sifatnya yang relatif kuat menyebabkan getaran dirasakan dalam radius yang luas.
Petugas daerah di sejumlah lokasi diminta tetap meningkatkan kesiagaan, melakukan pemantauan kondisi infrastruktur kritis seperti jembatan dan gedung publik, serta menyiagakan tim tanggap darurat jika diperlukan.
Apa yang perlu dilakukan masyarakat
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Beberapa langkah praktis yang direkomendasikan:
- Segera berlindung di tempat aman saat merasakan guncangan (di bawah meja kokoh atau menjauh dari jendela).
- Jika berada di luar ruangan, jauhkan diri dari bangunan tinggi, pohon, dan tiang listrik.
- Periksa kondisi keluarga dan tetangga, terutama lansia dan anak-anak.
- Hindari menyebarkan informasi belum terverifikasi di media sosial yang dapat menimbulkan kepanikan.
Pemantauan berkelanjutan
BMKG akan terus memantau aktivitas kegempaan susulan (aftershock) dan mengeluarkan peringatan jika ada potensi ancaman tsunami atau gempa susulan yang signifikan. Pemerintah daerah serta petugas kebencanaan setempat diminta menyiapkan laporan cepat bila ditemukan dampak pada gedung-gedung publik, fasilitas kesehatan, atau infrastruktur.
Saya akan terus mengikuti perkembangan dan memberikan pembaruan bila ada informasi resmi mengenai dampak, laporan kerusakan, atau arahan evakuasi dari pihak berwenang.
Togar Simanjuntak, Koresponden Daerah - Sumatera Utara