Penilaian melibatkan pejabat dan tim dari pemerintah kota
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dirangkaikan dengan lomba penataan lingkungan dan penguatan semangat nasionalisme di Kecamatan Binjai Kota. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026 itu diikuti oleh 51 lingkungan dan mendapat pengawasan langsung dari jajaran pemerintah setempat.
Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria Sinulingga, didampingi Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Kemasyarakatan (Kabag Adpemja) Avro Wibowo serta Pelaksana Tugas Camat Binjai Kota Juanda Sukma turun bersama tim penilai untuk meninjau seluruh lingkungan peserta. Tim menilai beberapa aspek penting seperti kebersihan, kerapian, penataan fisik, dan bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan.
Hasil lomba dan bentuk penghargaan
Setelah melalui proses penilaian selama dua hari, panitia menetapkan tiga kelurahan terbaik tingkat Kecamatan Binjai Kota. Perolehan penghargaan sebagai berikut:
| Posisi | Kelurahan | Hadiah |
|---|---|---|
| Juara I | Satria | Satu ekor kambing |
| Juara II | Berngam | Rp700.000 |
| Juara III | Setia | Rp500.000 |
Tujuan: kebersihan sekaligus kebersamaan
Kegiatan ini bukan sekadar lomba estetik; tujuan utamanya mendorong kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan memperkuat rasa kebangsaan di tingkat paling dasar—lingkungan RT/RW. Dalam penjelasannya, Staf Ahli Wali Kota menekankan pentingnya peran aktif warga.
"Mudah-mudahan melalui kegiatan yang dilakukan dapat mendorong masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,"
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah kecamatan berharap momentum peringatan kemerdekaan menjadi pemicu kebiasaan kolektif yang berkelanjutan. Penghargaan berupa uang tunai dan kambing juga diharapkan memotivasi partisipasi lebih luas pada tahun-tahun berikutnya.
Dampak lokal dan tindak lanjut
Pelaksanaan lomba diikuti oleh 51 lingkungan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan perayaan nasional sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik. Dampak langsung yang terlihat antara lain:
- Peningkatan kebersihan jalan dan akses lingkungan sementara setelah kegiatan;
- Adanya contoh penataan permukiman yang dapat ditiru lingkungan lain;
- Penguatan jejaring sosial antarwarga melalui kerja gotong royong.
Namun, tantangan tetap ada. Untuk memastikan kebersihan terjaga secara permanen, pemerintah kecamatan perlu menyusun program berkelanjutan, seperti jadwal kerja bakti rutin, pengelolaan sampah terstruktur, serta pendidikan lingkungan bagi anak-anak dan remaja di setiap kelurahan.
Sebagai catatan, keterlibatan pejabat dan tim penilai pada hari H menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat. Selanjutnya, hasil lomba dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang kegiatan lingkungan yang lebih luas, termasuk kemungkinan pelibatan berbagai instansi dan pelatihan teknis mengenai sanitasi serta pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.
Dengan semangat Batak yang lugas saya katakan: acara seperti ini baik, tapi kerja nyata menjaga lingkungan harus dilanjutkan setiap hari, bukan hanya saat ada lomba. Warga, pemerintah, dan pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar manfaatnya terasa berkelanjutan di seluruh sudut Binjai.