Kota Semarang resmi menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang digelar pada 11 hingga 20 September 2026. Penyelenggaraan ajang nasional ini melibatkan 2.242 peserta dari seluruh Indonesia dan dipandang sebagai peluang strategis untuk mendorong perputaran ekonomi daerah.
Kesempatan ekonomi bagi pelaku lokal
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, menekankan pentingnya agar manfaat penyelenggaraan MTQ tidak hanya dinikmati penyelenggara, tetapi juga masyarakat luas. Menurutnya, kedatangan ribuan kontingen, pendamping, dan tamu memberikan potensi permintaan terhadap berbagai layanan lokal.
"Ini adalah peluang besar bagi pergerakan ekonomi Kota Semarang. Kita berharap UMKM, kuliner, hotel, transportasi, dan pelaku usaha lainnya bisa ikut merasakan dampak dari penyelenggaraan MTQ Nasional ini,"
Dyah Tunjung, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Semarang, mengusulkan agar ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disiapkan selama rangkaian acara berlangsung. Produk-produk yang disebut berpotensi menjadi daya tarik antara lain makanan lokal, kerajinan, fesyen muslim, serta produk kreatif khas Semarang.
Strategi pemanfaatan dan promosi
Untuk memaksimalkan dampak ekonomi, beberapa langkah praktis yang disarankan antara lain:
- Penyediaan stan UMKM di lokasi acara untuk memperkenalkan dan menjual produk lokal.
- Koordinasi antara penyelenggara, dinas pariwisata, dan asosiasi pelaku usaha perhotelan untuk paket layanan tamu dan kontingen.
- Penyusunan agenda kunjungan wisata singkat bagi peserta dan pendamping selama waktu luang.
- Peningkatan promosi destinasi dan kuliner Semarang dalam materi resmi penyelenggaraan.
Dyah Tunjung juga mengimbau agar kunjungan peserta tidak berhenti sebatas agenda perlombaan. Dengan pendekatan itu, kota bisa menjadi etalase yang lebih luas bagi kekayaan budaya dan potensi wisata setempat.
Persiapan fasilitas dan layanan
Pihak penyelenggara dilaporkan telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti arena perlombaan, panggung penampil, serta pelayanan bagi tamu. Penilaian kesiapan fasilitas tersebut menjadi bagian penting agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi tamu dari berbagai daerah.
Secara ringkas, data teknis penyelenggaraan yang disampaikan:
| Item | Detail |
|---|---|
| Nama acara | MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 |
| Tanggal | 11–20 September 2026 |
| Jumlah peserta | 2.242 (1.751 peserta inti, 491 cadangan) |
Dampak jangka pendek dan rekomendasi
Secara jangka pendek, perhelatan MTQ diperkirakan meningkatkan okupansi hotel, konsumsi di sektor kuliner, penggunaan jasa transportasi, dan transaksi di sentra UMKM. Namun untuk memastikan manfaat tersebar merata, perlu kebijakan koordinatif antara pemerintah kota, penyelenggara, dan pelaku usaha lokal.
Rekomendasi yang bisa segera diimplementasikan mencakup penataan lokasi bazar UMKM, penyediaan informasi pariwisata dalam paket tamu kontingen, serta kampanye promosi terpadu melalui media cetak, elektronik, dan daring yang menjangkau delegasi dari provinsi lain.
Pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang menjadi ujian kemampuan kota dalam menyelenggarakan acara berskala nasional sekaligus kesempatan memperlihatkan potensi ekonomi lokal. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah.