Penemuan dan koordinasi awal
Warga Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang digegerkan oleh penemuan seorang pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal di bawah Jembatan Kalitanggi. Penemuan jasad terjadi pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB dan dilaporkan kepada aparat setempat, sehingga proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara berlangsung hingga malam hari pada Minggu, 13 September 2026.
Kesaksian warga dan reaksi awal polisi
Saksi pertama, seorang warga bernama Ahmad Human (67), menemukan korban ketika hendak membersihkan pekarangan kebun. Menurut keterangan yang dikumpulkan petugas kepolisian setempat, saksi melihat seorang pria dalam posisi tergeletak di bawah jembatan sekitar 10 meter dari lokasi keseharian aktivitasnya.
"Kali pertama ditemukan warga seorang warga, Ahmad Human (67), pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB,"
Setelah menerima laporan, petugas piket SPKT dan Reskrim Polsek Tengaran segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan petugas medis Puskesmas Tengaran, Pamapta Polres Semarang, serta tim Inafis untuk melakukan identifikasi awal dan evakuasi jenazah.
Status korban dan langkah penyelidikan
Kapolsek Tengaran, Iptu Budi Prihanto, menyatakan bahwa korban diduga merupakan tunawisma dan belum ditemukan identitas diri pada saat evakuasi. Hingga laporan terakhir, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi untuk kebutuhan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan forensik lanjutan.
"Karena curiga dengan kondisi tersebut, saksi meminta pertolongan hingga datang warga lainnya. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,"
Polsek Tengaran bersama tim terkait melakukan pencatatan kronologi temuan, memotret lokasi, serta mengumpulkan keterangan saksi. Tim Inafis melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah untuk mencari tanda-tanda identitas atau indikasi penyebab kematian yang terlihat tanpa melakukan tindakan yang melanggar prosedur forensik.
Instansi yang terlibat
- Polsek Tengaran (SPKT dan Reskrim)
- Puskesmas Tengaran (tim medis)
- Pamapta Polres Semarang
- Tim Inafis (identifikasi)
- Warga setempat sebagai saksi
Waktu dan tindakan di lokasi
Berikut catatan singkat kronologi dan tindakan yang tercatat dari laporan awal polisi:
| Waktu | Tindakan |
|---|---|
| 12 Sept 2026, ±16.00 WIB | Saksi menemukan korban, melapor ke warga setempat |
| Segera setelah laporan | Piket SPKT dan Reskrim Polsek Tengaran mendatangi TKP |
| Malampada 13 Sept 2026 | Evakuasi jenazah, pemasangan garis polisi, pemeriksaan oleh Puskesmas dan Inafis |
Kondisi masyarakat dan langkah selanjutnya
Warga setempat menyatakan keprihatinan atas penemuan tersebut. Saksi awal pelapor yang menemukan jenazah langsung meminta bantuan tetangga sehingga proses identifikasi awal dapat cepat dilakukan. Polisi mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan semua proses pemeriksaan kepada petugas guna memastikan penyebab kematian serta identitas korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Tim kepolisian akan meneruskan upaya identifikasi korban melalui pemeriksaan fisik di lokasi, pemeriksaan data rumah sakit dan puskesmas setempat, serta melacak laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri-ciri korban. Apabila ditemukan data tambahan atau identitas resmi, pihak kepolisian akan menginformasikannya kepada keluarga dan publik sesuai prosedur.
Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan setelah ada keterangan resmi dari penyidik Polsek Tengaran atau Polres Semarang.