Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar pada APBD 2027 untuk memperkuat pelayanan air bersih di kawasan ketinggian. Anggaran ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan sumur baru di sejumlah titik yang selama ini mengalami krisis pasokan air.
Target wilayah dan program yang direncanakan
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, mengatakan anggaran itu akan diarahkan untuk pembangunan dan perluasan jaringan air bersih di beberapa titik, antara lain:
- Kelurahan Tanah Tinggi Barat
- Maliaro Puncak
- Lingkungan Jan
Menurut Thamrin, alokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari peresmian sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Moya dan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ternate terkait pelayanan air bersih di daerah ketinggian.
"Tahun depan, kami akan menganggarkan Rp1 miliar untuk SPAM dan titiknya berada di Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Maliaro puncak, dan Lingkungan Jan, sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini krisis air bersih,"
Masalah masih tersebar di beberapa titik
Thamrin mengakui masih terdapat sejumlah wilayah ketinggian yang belum mendapatkan pelayanan air secara optimal. Ia menyebut beberapa lokasi yang termasuk tantangan besar bagi pemerintah daerah, yakni:
- Fora 2
- Kawasan ketinggian Gambesi dan Sasa
- Wilayah perbatasan Sasa–Jambula
Untuk itu, selain perluasan jaringan, anggaran yang disiapkan akan diprioritaskan pula untuk pembangunan SPAM dan sumur baru. Rencana pembangunan sumur baru di kawasan Maliaro diharapkan dapat membantu memperkuat pelayanan Perumda Ake Gaale di wilayah tersebut.
Kolaborasi dan sumber pembiayaan tambahan
Thamrin menegaskan upaya ini merupakan bagian dari orkestrasi pembangunan oleh Bappelitbangda dan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Ia menyatakan rencana pelaksanaan akan melibatkan Perumda Ake Gaale sebagai pihak yang mengelola pelayanan air minum di kota.
Selain mengandalkan APBD Kota Ternate, pemerintah daerah juga akan mengupayakan sumber pembiayaan lain. Thamrin menyebut upaya mencari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sebagai salah satu langkah untuk mempercepat pemenuhan target pelayanan air bersih sesuai RPJMD.
| Item | Rencana/Target |
|---|---|
| Anggaran APBD 2027 | Rp1 miliar |
| Lokasi prioritas | Tanah Tinggi Barat, Maliaro Puncak, Lingkungan Jan |
| Lokasi bermasalah | Fora 2, Gambesi, Sasa, perbatasan Sasa–Jambula |
| Pihak pelaksana | Perumda Ake Gaale (kolaborasi dengan Pemkot) |
Pemerintah Kota Ternate berharap langkah ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air, sekaligus mempercepat pencapaian target pelayanan air bersih dalam RPJMD. Upaya mencari dukungan DAK juga dimaksudkan untuk memperbesar kapasitas pembiayaan sehingga cakupan layanan dapat meluas lebih cepat.
Dengan perencanaan ini, warga di kawasan ketinggian yang selama ini bergantung pada sumber air terbatas diharapkan memperoleh akses air bersih yang lebih andal. Namun, pelaksanaan teknis proyek, jadwal pengerjaan, dan besaran pembiayaan tambahan masih akan menunggu proses perencanaan rinci serta persetujuan APBD 2027.