Kondisi kekeringan dan respons pemerintah lokal
Gurabunga, sebuah wilayah permukiman di Kabupaten/Kota Tidore Kepulauan, menghadapi kekeringan berkepanjangan yang telah berlangsung sekitar dua bulan. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga setempat mengandalkan mata air Ake Goa serta bantuan distribusi air bersih yang dilakukan secara rutin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore dengan menggunakan truk tangki.
Ketergantungan pada sumber air lokal
Bagi penduduk Gurabunga, Ake Goa menjadi sumber primer air untuk minum, mandi, dan keperluan rumah tangga karena jaraknya lebih dekat ke pemukiman dibandingkan sumber di pusat kota. Salah seorang warga, Gogo, menjelaskan bahwa pemilihan sumber air tersebut juga mempertimbangkan biaya transportasi jika harus mengambil air dari kota.
“Kami memilih tempat ini karena pergi ke kota akan membutuhkan biaya transportasi tambahan. Untungnya, ada mata air di sini, dan lokasinya lebih dekat daripada pergi ke kota,”
Menurut keterangan warga yang dikutip oleh Antara pada Minggu, 9 Agustus 2026, aliran air di Ake Goa saat ini masih mencukupi kebutuhan harian. Namun pengalaman masa lalu menjadi pengingat bagi warga: beberapa tahun lalu wilayah ini pernah mengalami kekeringan panjang hingga sekitar sembilan bulan, yang menyebabkan penurunan drastis debit mata air.
Peran BPBD dan kebutuhan perbaikan akses
Untuk mengatasi berkurangnya pasokan air akibat musim kering, BPBD Kota Tidore melakukan pengiriman air bersih secara rutin menggunakan truk tangki. Bantuan ini diarahkan untuk mencegah kekurangan air bersih yang lebih serius dan menunjang kebutuhan sehari-hari warga Gurabunga.
- Sumber air utama: Mata air Ake Goa, sekitar 1 kilometer dari pemukiman Gurabunga.
- Bantuan darurat: Distribusi air bersih oleh BPBD Kota Tidore dengan truk tangki.
- Kekhawatiran jangka panjang: Kondisi jalan yang sulit menghambat akses ke mata air dan pengangkutan air.
Warga, termasuk Gogo, mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan akses menuju sumber mata air. Ake Goa berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman, tetapi kondisi jalan yang kurang memadai menambah beban warga ketika harus membawa air sendiri atau saat truk tangki mendistribusikan pasokan.
Risiko dan pelajaran dari pengalaman sebelumnya
Pengalaman kekeringan panjang beberapa tahun lalu memberi peringatan bahwa ketergantungan pada satu sumber air rentan terhadap perubahan musim dan kondisi alam. Kala itu, warga menyaksikan penurunan aliran yang signifikan ketika kekeringan berlangsung hingga sembilan bulan. Oleh karena itu, keberlanjutan pasokan air—baik melalui perbaikan akses, konservasi, maupun alternatif penyediaan—menjadi kebutuhan nyata bagi ketahanan air di Gurabunga.
Hingga pemberitaan ini disusun, belum ada rilis rinci mengenai rencana jangka panjang dari pemerintah kota terkait peningkatan infrastruktur akses ke Ake Goa atau pembangunan sistem penyimpanan air lokal. Bantuan BPBD tetap menjadi intervensi penting sementara musim kering berlangsung.
Warga berharap pemerintah daerah memperhatikan kombinasi langkah darurat dan jangka panjang: memperbaiki akses jalan ke mata air, mempertimbangkan pembangunan fasilitas penampungan atau pipanisasi, serta menyusun strategi mitigasi bencana kekeringan yang melibatkan komunitas setempat. Langkah-langkah tersebut dinilai perlu untuk mengurangi kerentanan dan memastikan ketersediaan air bersih bagi warga Gurabunga pada musim-musim kering mendatang.