PALEMBANG — Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju meningkatkan komitmen pelestarian lingkungan di Sumatera Selatan melalui rangkaian program konservasi satwa, rehabilitasi ekosistem pesisir dan perluasan ruang hijau. Kegiatan intensif ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus.
Program konservasi satwa dan perikanan
Salah satu fokus Kilang Plaju adalah menjaga keberadaan fauna lokal melalui penangkaran dan program pemuliaan. Di kawasan penangkaran Sungai Gerong, perusahaan memelihara 12 ekor rusa sambar yang terdiri atas 4 jantan, 6 betina dan 2 ekor berjenis kelamin belum diketahui. Rusa sambar masuk kategori konservasi Vulnerable (rentan), sehingga upaya penangkaran dimaksudkan untuk mempertahankan populasi dan meningkatkan kepedulian pekerja serta masyarakat terhadap perlindungan fauna.
Selain itu, Kilang Plaju juga menjalankan program konservasi ikan belida di Kampus C PGRI Palembang. Program ini mencakup dua jenis belida, dengan rincian:
| Jenis Belida | Jumlah Induk | Jumlah Benih | Status Konservasi |
|---|---|---|---|
| Belida lopis | 5 | 40 | Extinct (punah) |
| Belida jawa | 22 | — | Least Concern (risiko rendah) |
Konservasi belida tidak hanya bertujuan mengembalikan dan menjaga populasi ikan lokal, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian ekosistem perairan di daerah.
Penghijauan dan restorasi pesisir
Sejalan dengan upaya pelestarian fauna, Kilang Plaju melaksanakan program penghijauan yang kini telah menjangkau area seluas 212,8365 hektare. Luasan ini tersebar di beberapa lokasi, antara lain kawasan Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Kompleks Pertamina, dan Lapangan Golf Bagus Kuning. Penghijauan dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan dan menyediakan habitat bagi berbagai flora dan fauna.
Di kawasan pesisir, Kilang Plaju bersama RDMP Project Sumatera secara aktif melakukan penanaman mangrove. Sejak 2023, tercatat lebih dari 21.000 bibit mangrove ditanam di wilayah Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin. Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari upaya memulihkan fungsi ekosistem pesisir yang penting untuk perlindungan garis pantai, penyimpanan karbon, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
"Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia"
Tema HKAN tahun ini menjadi acuan bagi Kilang Plaju dalam merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan konservasi yang melibatkan internal perusahaan dan pemangku kepentingan lokal.
Dampak lokal dan edukasi masyarakat
Program-program yang dijalankan Kilang Plaju tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga mengandung unsur edukasi. Aktivitas penangkaran rusa sambar dan konservasi belida diposisikan sebagai media pemberdayaan dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi pekerja kilang serta masyarakat sekitar.
- Menjaga keberadaan spesies yang terancam dan endemik.
- Mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove.
- Menciptakan ruang hijau yang mendukung kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Dengan langkah-langkah tersebut, Kilang Plaju mencoba menjembatani kegiatan industri dengan tanggung jawab lingkungan. Meski demikian, pelaksanaan program konservasi skala perusahaan juga memerlukan sinergi berkelanjutan dengan pemerintah daerah, lembaga konservasi dan komunitas lokal agar manfaat ekologis dan sosial dapat dirasakan lebih luas dan tahan lama.
Informasi lebih lanjut mengenai program konservasi dan pelibatan masyarakat dapat diperoleh melalui kanal resmi Kilang Plaju atau komunikasi publik Pertamina Patra Niaga. Upaya pemulihan ekosistem pesisir dan perlindungan satwa lokal menjadi penting mengingat peran ekologis kawasan pesisir Sumatera Selatan serta tekanan dari kegiatan manusia yang terus berlangsung.
Pelaksanaan langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga spesies dan habitat, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan komunitas pesisir di Sumatera Selatan.