Peristiwa dan respons petugas
SAMPIT — Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa malam, yang menghanguskan empat rumah dan satu gudang serta membuat tiga rumah di sekitarnya terdampak. Peristiwa terjadi di kawasan permukiman padat yang memicu kepanikan warga setempat.
Berdasarkan keterangan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, petugas menerima laporan sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi dengan menurunkan tiga unit mobil pemadam dan sekitar 27 personel. Penanganan juga mendapat dukungan relawan pemadam kebakaran (Redkar) dari wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.
“Kurang lebih jam 6 lewat sedikit, kami menerima laporan dari masyarakat. Segera kami response time bersama pasukan Satgas, personel dan armada,”
ujar Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, yang dikutip dari laporan petugas di lapangan.
Kondisi lokasi dan upaya pemadaman
Warga yang berada di lokasi berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun konstruksi bangunan yang banyak menggunakan bahan kayu menyebabkan api cepat merambat. Petugas Disdamkarmat menuturkan mereka fokus melokalisir agar kobaran tidak menjalar lebih luas. Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah petugas tiba, tetapi kebakaran sudah menyebabkan sejumlah bangunan tidak dapat diselamatkan.
- Bangunan hangus: 4 rumah dan 1 gudang.
- Bangunan terdampak: 3 rumah di sebelah selatan lokasi.
- Armada dan personel: 3 unit mobil pemadam, sekitar 27 personel, dibantu relawan Redkar.
- Korban jiwa: Tidak ada.
- Kerugian materi: Sedang didata.
Kronologi sementara dan dugaan penyebab
Terdapat perbedaan waktu pelaporan dalam informasi yang beredar. Satu laporan lapangan menyebut kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 17.25 WIB, sedangkan keterangan Disdamkarmat mencatat penerimaan laporan sekitar pukul 18.00 WIB. Kepala Disdamkarmat menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran belum dapat ditentukan dan masih dalam proses pendataan.
Menurut informasi awal yang dihimpun petugas dari warga, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah, yaitu milik seorang warga bernama Ibu Heni. Namun, penyelidikan lebih lanjut diperlukan sebelum penyebab resmi dapat diumumkan.
“Apinya besar sekali, sejumlah rumah hangus karena padat penduduk,”
kata Usaini, salah seorang warga setempat, menggambarkan suasana saat kebakaran berlangsung.
Dampak bagi warga dan langkah lanjutan
Meskipun tidak ada korban jiwa, kebakaran meninggalkan dampak sosial dan ekonomi bagi keluarga terdampak—termasuk hilangnya tempat tinggal dan harta benda. Petugas pemadam bersama relawan masih melakukan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api sisa yang dapat menyulut kembali kebakaran.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Bangunan hangus | 4 rumah, 1 gudang |
| Bangunan terdampak | 3 rumah |
| Armada/Personel | 3 unit mobil pemadam, ~27 personel, + relawan Redkar |
| Korban jiwa | Tidak ada |
| Kerugian | Sedang didata |
Disdamkarmat mengimbau warga untuk tetap waspada, menjaga jarak dari lokasi, dan memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja. Pihak kelurahan dan relawan diharapkan segera memetakan kebutuhan keluarga terdampak untuk bantuan sementara, seperti tempat tinggal sementara, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.
Sampit sebagai pusat kegiatan di Kotawaringin Timur perlu memperkuat kesiapsiagaan permukiman padat, termasuk penyuluhan keselamatan kebakaran dan akses air yang memadai untuk mendukung upaya pemadaman awal oleh masyarakat. Hingga berita ini ditulis, proses pendataan kerugian dan pemeriksaan penyebab kebakaran masih berlangsung oleh pihak berwenang.