Masyarakat Mataram Nusa Tenggara Barat (NB)

Gubernur NTB: Pramuka harus turun ke lahan untuk dorong swasembada pangan

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyerukan transformasi Gerakan Pramuka dari organisasi karakter menjadi kekuatan aksi di tingkat desa, sekolah, dan komunitas untuk mendukung ketahanan pangan provinsi.

Gubernur NTB: Pramuka harus turun ke lahan untuk dorong swasembada pangan
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Mataram — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, meminta Gerakan Pramuka di provinsi ini menggeser peran dari sekadar pembentuk karakter menjadi pelopor aksi nyata dalam upaya swasembada pangan. Seruan itu disampaikan pada peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB yang berlangsung di Lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur, Sabtu.

Pramuka sebagai aktor pembangunan pangan

Iqbal mengatakan tema peringatan Kwarda NTB tahun ini, "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045", relevan dengan kebutuhan nasional maupun potensi lokal. Menurutnya, keterlibatan pemuda melalui Pramuka dapat memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan bila aksi diarahkan ke tingkat akar rumput.

"Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa, dan komunitas masyarakat,"

Gubernur menekankan bahwa transformasi organisasi diperlukan agar Pramuka menjadi modern, profesional, dan memberi kontribusi langsung pada kesiapan pangan daerah. Ia menyebutkan berbagai bentuk kegiatan yang dapat dijalankan, mulai dari urban farming hingga pemanfaatan lahan tidur.

Data produksi padi jadi landasan ajakan

Iqbal mengaitkan seruannya dengan data produksi beras di NTB. Mengacu pada Badan Pusat Statistik tahun 2025, provinsi ini memiliki angka luas panen dan produksi padi yang menunjukkan potensi sumber pangan lokal.

Indikator Angka (2025)
Luas panen padi 322,90 ribu hektare
Produksi Gabah Kering Giling (GKG) 1,71 juta ton
Produksi beras konsumsi 973,14 ribu ton

Menurut Gubernur, angka tersebut membuka peluang bagi Pramuka untuk memberi nilai tambah, bukan hanya dari sisi produksi tetapi juga pengolahan dan kebijakan konsumsi. Ia mengingatkan agar target swasembada tidak disempitkan hanya pada pemenuhan kebutuhan beras semata.

Aksi nyata di tingkat lokal

Gubernur mengurai sejumlah inisiatif yang bisa dijalankan oleh satuan karya Pramuka dan gugus depan bersama komunitas setempat. Skemanya mencakup program sederhana namun berdampak, yang dapat menjadi sarana pendidikan praktik sekaligus kontribusi sosial.

  • Pengembangan kebun pangan sekolah untuk edukasi gizi dan teknik bercocok tanam.
  • Program urban farming pada lahan perkotaan atau pekarangan rumah tangga.
  • Pengolahan hasil pertanian lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan daya tahan pangan.
  • Penghijauan dan pemanfaatan lahan tidur untuk produksi pangan berkelanjutan.
  • Kampanye pengurangan pemborosan pangan dan edukasi gizi di komunitas.

Dengan menerjemahkan nilai-nilai Dasa Darma seperti gotong royong, cinta alam, dan bertanggung jawab ke dalam kegiatan konkret, Iqbal berharap Pramuka dapat menjadi motor perubahan di desa maupun sekolah.

Dampak sosial dan pendidikan

Pergeseran peran ini juga menghadirkan nilai pendidikan bagi anggota muda. Kegiatan pertanian dan pengolahan pangan dapat menjadi sarana keterampilan hidup (life skills) yang relevan, membantu menurunkan kerentanan pangan keluarga serta membuka peluang usaha mikro di tingkat lokal.

Sumber berita menyebutkan bahwa upaya ini diharapkan berlangsung lintas elemen: satuan karya Pramuka, gugus depan, hingga jaringan komunitas penduduk. Keterlibatan aktif Pramuka, menurut Gubernur, akan memperkuat ikhtiar pemerintah daerah untuk menjadi salah satu penyangga pangan nasional.

Tindak lanjut dan tantangan

Meskipun potensi dipandang besar, realisasi program memerlukan pendampingan teknis, akses modal kecil untuk usaha pengolahan, serta koordinasi dengan dinas pertanian dan pendidikan. Penguatan kapasitas anggota Pramuka dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar kegiatan tidak hanya bersifat simbolis.

Seruan Gubernur NTB ini menempatkan Gerakan Pramuka dalam peran sosial baru yang lebih praktis. Jika dijalankan konsisten, langkah tersebut berpotensi menggabungkan pendidikan karakter dengan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan keluarga dan komunitas di tingkat lokal.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NBNusa Tenggara Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik