Mataram — Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menempatkan diri di peringkat ketiga dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Penghargaan itu diserahkan pada gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center, dan diterima oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTB.
Pengakuan nasional dan penerimaan penghargaan
Penghargaan IMTI 2026 diserahkan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, kepada perwakilan Gubernur NTB, yakni Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair. Dalam sambutannya, Abul Chair menyatakan bahwa posisi tiga besar bukan sekadar penghargaan formal, melainkan penegasan hasil kerja terkoordinasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat dalam menghadirkan destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim.
"Alhamdulillah, NTB kembali meraih peringkat ketiga di IMTI 2026. Ini merupakan kebanggaan sekaligus pengakuan atas konsistensi kita dalam membangun pariwisata ramah Muslim. Namun, yang lebih penting dari penghargaan ini adalah bagaimana kita menjaga kualitas, meningkatkan pelayanan, dan memastikan pariwisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,"
Fokus peningkatan layanan dan pengalaman wisata
Dalam pernyataannya, Sekda menekankan beberapa aspek yang menjadi penilaian penting terhadap destinasi ramah Muslim, antara lain kualitas layanan, kemudahan akses terhadap fasilitas khusus, kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta keramahan penduduk setempat. Menurutnya, pengembangan pariwisata ramah Muslim tidak dimaksudkan untuk membatasi segmen, melainkan untuk memperluas kenyamanan bagi berbagai kalangan pengunjung.
Aspek-aspek tersebut menjadi tolok ukur yang menentukan pengalaman wisatawan ketika mengunjungi suatu destinasi. Dengan pendekatan inklusif, NTB berupaya memperkuat citra sebagai daerah yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim sekaligus pengunjung umum.
Data peringkat IMTI 2026
| Posisi | Provinsi |
|---|---|
| 1 | Jawa Barat |
| 2 | Jawa Tengah |
| 3 | Nusa Tenggara Barat |
Makna penghargaan bagi pengembangan lokal
Pencapaian ini membuka peluang strategis bagi NTB untuk memperluas pasar wisata dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Pengakuan IMTI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi destinasi, menarik investasi pada infrastruktur wisata, serta mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha pariwisata, termasuk usaha kecil dan menengah yang menopang sektor ini.
Beberapa faktor yang disebut penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan peringkat NTB antara lain:
- Peningkatan kualitas layanan dan standar fasilitas pendukung bagi wisatawan Muslim;
- Penyediaan akses yang jelas terhadap fasilitas ibadah dan makanan halal;
- Pemeliharaan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan destinasi wisata;
- Pemberdayaan masyarakat lokal agar memperoleh manfaat ekonomi langsung.
Tantangan dan langkah ke depan
Sekda juga menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program agar penghargaan tersebut bukan sekadar simbol. Upaya peningkatan harus mencakup pengawasan kualitas layanan, pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata, serta pengembangan ekosistem yang memastikan kunjungan wisatawan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan komunitas lokal menjadi kunci agar NTB dapat mempertahankan dan meningkatkan posisi dalam IMTI. Selain itu, promosi destinasi yang menonjolkan keunikan budaya dan alam NTB, dikombinasikan dengan layanan yang ramah dan inklusif, diharapkan memperluas daya tarik bagi berbagai segmen wisatawan.
Dengan mempertahankan prestasi di IMTI 2026, NTB menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan pariwisata berkelas sekaligus berkeadilan sosial. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas layanan dan manfaat ekonomi dirasakan di seluruh wilayah provinsi, bukan hanya di pusat-pusat wisata utama.