Masyarakat Sakra Nusa Tenggara Barat (NB)

BULOG Luncurkan Program 'Peduli Gizi' Dampingi 155 Balita di Desa Sakra selama Tiga Bulan

Perum BULOG menjalankan program TJSL 'BULOG Peduli Gizi' di Desa Sakra, Lombok Timur, menargetkan 155 balita dengan intervensi pangan fortifikasi, sarana antropometri, edukasi orang tua, dan pemantauan selama tiga bulan.

BULOG Luncurkan Program 'Peduli Gizi' Dampingi 155 Balita di Desa Sakra selama Tiga Bulan
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Perum BULOG memulai intervensi penanganan masalah gizi anak di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, melalui program bertajuk "BULOG Peduli Gizi". Program ini merupakan bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan negara itu dan menyasar 155 balita yang teridentifikasi mengalami wasting dan underweight.

Rangkaian intervensi dan tujuan

Kegiatan diarahkan tidak semata-mata pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga pada upaya membangun kapasitas keluarga dan kader posyandu agar dapat melakukan pemantauan dan perbaikan gizi secara berkelanjutan. Selain distribusi pangan, program mencakup edukasi, konseling, serta penyediaan alat ukur yang memadai untuk mendukung kerja posyandu setempat.

"Titik beratnya bukan di pemberian beras dan susu, tetapi bagaimana membiasakan orang tua ataupun pengasuh para balita untuk tahu bagaimana cara membawa balita dari bulan ke bulan memiliki progres kesehatan yang maksimal," ujar Dhana saat kegiatan di Desa Sakra, Kamis 10 September 2026.

Menurut pernyataan resmi, pendampingan diformulasikan berlangsung selama tiga bulan. Selama periode ini, tenaga kesehatan dan kader posyandu akan melakukan surveilans gizi berkala untuk melihat perubahan status gizi anak dan menyesuaikan intervensi yang diperlukan.

Jenis bantuan dan sarana pendukung

Beberapa bentuk intervensi yang diberikan BULOG meliputi:

  • Pangan bergizi berupa beras fortifikasi (FortiFit) dan susu;
  • Perlengkapan dapur sederhana seperti magicom untuk mempermudah pengolahan makanan bergizi;
  • Antropometri Kit untuk mendukung pengukuran berat dan panjang/tinggi badan anak di posyandu;
  • Edukasi dan konseling gizi bagi orang tua, pengasuh, dan kader posyandu.

Perusahaan menyatakan bahwa beras fortifikasi diproduksi sesuai standar dan telah melewati pengujian laboratorium untuk menjamin kandungan vitamin dan mineral yang diperlukan bagi tumbuh kembang balita.

Peran posyandu dan kader lokal

Penambahan Antropometri Kit menjadi salah satu fokus, mengingat sarana pengukuran di Posyandu Desa Sakra sebelumnya dilaporkan sudah usang dan belum memenuhi standar. Dengan alat yang lebih memadai, kader posyandu diharapkan dapat melakukan pengukuran dan pencatatan yang lebih akurat sehingga pola perbaikan gizi dapat terpantau secara konsisten.

Peningkatan kapasitas kader dan edukasi kepada orang tua menjadi strategi penting dalam program ini karena perubahan perilaku di tingkat rumah tangga dinilai menentukan keberlanjutan perbaikan gizi.

Dampak lokal dan tindak lanjut

Lokasi program dipilih berdasarkan kondisi gizi anak yang masih membutuhkan perhatian di Lombok Timur. Intervensi selama tiga bulan dirancang sebagai fase awal yang dapat menghasilkan data pemantauan untuk menentukan langkah lanjutan, baik oleh BULOG, puskesmas setempat maupun instansi terkait di kabupaten.

Pelaksanaan program juga membuka peluang koordinasi lintas sektor, termasuk kesehatan masyarakat, dinas terkait, dan komunitas lokal, agar intervensi lebih terintegrasi dengan pelayanan kesehatan yang sudah ada.

Aspek Detail
Lokasi Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur
Sasaran 155 balita dengan kondisi wasting dan underweight
Durasi 3 bulan
Intervensi utama Berbagai pangan bergizi, Antropometri Kit, edukasi, dan pemantauan gizi

Dengan pendekatan yang memadukan dukungan logistik dan penguatan kapasitas komunitas, program ini menargetkan adanya perbaikan kondisi gizi anak yang dapat terlihat melalui pemantauan berkala. Hasil dari fase tiga bulan ini diharapkan menjadi dasar bagi upaya berkelanjutan untuk menurunkan prevalensi malnutrisi di wilayah tersebut.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NBNusa Tenggara Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik