Masyarakat Bima Nusa Tenggara Barat (NB)

Warga Bima dan Mahasiswa KKN UM Gelar Pesta Rakyat Semarakkan HUT ke-81 di Doridungga

Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Doridungga, Kecamatan setempat, berlangsung meriah dengan lomba rakyat yang digagas mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima bersama Babinsa dan aparat desa, mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong warga.

Warga Bima dan Mahasiswa KKN UM Gelar Pesta Rakyat Semarakkan HUT ke-81 di Doridungga
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Komunitas dan mahasiswa sinergi memeriahkan hari kemerdekaan

Desa Doridungga, Kabupaten Bima — Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 di Desa Doridungga digelar secara meriah melalui rangkaian lomba rakyat yang diinisiasi Mahasiswa KKN Posko 24 Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) bersama pemuda dan perangkat desa. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sukamaju itu resmi dibuka pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan menjadi wadah mempererat kebersamaan serta menumbuhkan jiwa nasionalisme warga setempat.

Pembukaan acara dihadiri oleh pejabat desa serta unsur pengamanan wilayah. Kepala Desa Doridungga diwakili oleh Kasi Pemerintahan Desa, Bundahara, S.Sos., sedangkan pengamanan dan pembinaan kemasyarakatan hadir melalui Babinsa setempat, Sertu Abbas. Selain itu, tampak hadir para kepala dusun, tokoh pemuda, mahasiswa peserta KKN, serta warga yang antusias menyaksikan dan ikut berpartisipasi dalam berbagai lomba.

"Semarak Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Doridungga"

Ragam lomba tradisional menarik animo warga

Panitia menyiapkan beragam perlombaan tradisional yang populer dalam pesta rakyat. Permainan seperti tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, serta lomba memasukkan paku ke dalam botol menjadi daya tarik utama bagi anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, panitia juga menghadirkan jenis lomba yang mengundang tawa dan partisipasi luas, seperti tangkap bebek, gendong istri, dan permainan unik kursi dangdut.

  • Tujuan acara: mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong;
  • Pelaksana: Mahasiswa KKN Posko 24 UM Bima bekerja sama dengan warga dan perangkat desa;
  • Lokasi: Lapangan Sukamaju, Desa Doridungga.

Rangkaian pembukaan meliputi sambutan panitia, laporan kegiatan, pembukaan resmi, serta pembacaan doa. Acara resmi pembukaan berlangsung hingga sekitar pukul 17.50 WITA dan berjalan dalam suasana akrab. Kehadiran Babinsa dan aparatur desa turut memastikan keseluruhan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Peran mahasiswa KKN dan aparat desa

Keterlibatan Mahasiswa KKN UM Bima dalam penyelenggaraan pesta rakyat ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam dinamika sosial setempat. Kegiatan semacam ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi medium pendidikan nonformal bagi mahasiswa untuk memahami proses pemberdayaan masyarakat dan memperkuat jaringan sosial antarwarga.

Sementara itu, kehadiran perangkat desa dan Babinsa menegaskan koordinasi antara elemen formal pemerintahan desa dan masyarakat sipil. Dalam konteks desa, sinergi tersebut penting untuk memastikan agenda publik dapat terlaksana tanpa hambatan dan sesuai dengan norma serta ketentuan setempat.

Aspek Rincian
Waktu Rabu, 12 Agustus 2026 (pembukaan hingga 17.50 WITA)
Tempat Lapangan Sukamaju, Desa Doridungga
Pihak terlibat Mahasiswa KKN Posko 24 UM Bima, Babinsa Sertu Abbas, Kasi Pemerintahan Bundahara, aparatur desa, warga

Dampak sosial dan kelanjutan kegiatan

Selain menyemarakkan peringatan kemerdekaan, kegiatan lomba rakyat di Doridungga berpotensi memperkuat ikatan komunal antarwarga dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas serta partisipasi. Bentuk kegiatan yang sederhana namun melibatkan banyak pihak seperti ini juga memberi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk menerapkan program pengabdian masyarakat secara nyata.

Panitia menutup rangkaian pembukaan dengan suasana kebersamaan, lalu kegiatan dipersiapkan berlanjut ke sesi perlombaan yang melibatkan warga dari berbagai kelompok umur. Keberhasilan pelaksanaan acara pembukaan menjadi modal bagi panitia untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan HUT RI selanjutnya di desa hingga hari-hari peringatan berikutnya.

Untuk warga Bima, momentum tersebut menjadi pengingat nilai gotong royong yang terus relevan dalam memperkuat kohesi sosial di tingkat lokal, sekaligus menegaskan peran lembaga pendidikan tinggi dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NBNusa Tenggara Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik