Polisi Latih Pelajar Mengatur Arus Lalu Lintas di Sekitar Sekolah
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya, Polda Kalimantan Tengah, mengadakan kegiatan Police Goes to School di SMAN-1 Palangka Raya pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasatlantas, Kompol Hermanto, S.H., bersama personel Satlantas lain untuk membekali anggota ekstrakurikuler Polisi Keamanan Sekolah (PKS) dengan keterampilan pengaturan arus lalu lintas.
Kegiatan berlangsung di kompleks sekolah yang beralamat di Jalan AIS Nasution, Kota Palangka Raya. Materi yang disampaikan difokuskan pada teknik dasar pengaturan lalu lintas, keselamatan pejalan kaki, serta sikap kedisiplinan dan ketaatan terhadap peraturan lalu lintas yang wajib dimiliki oleh petugas lapangan sekolah.
"Sembari menambah kemampuan dan pengetahuan, pengaturan arus lalin pun kami ajarkan untuk menanamkan sejak dini sikap kesadaran, kedisiplinan dan ketaatan terhadap hukum kepada para pelajar,"
Kompol Hermanto menjelaskan bahwa keterampilan ini bertujuan agar anggota PKS dapat menjalankan tugas seperti membantu menyeberangkan siswa dan mengatur kendaraan di area sekolah dengan aman dan tertib. Ia berharap kegiatan tersebut juga menjadi media pendekatan antara kepolisian dan pelajar, sekaligus upaya pencegahan terhadap pengaruh negatif kenakalan remaja.
Detail Kegiatan dan Sasaran
| Unsur | Informasi |
|---|---|
| Tanggal | 11 Agustus 2026 |
| Lokasi | SMAN-1 Palangka Raya, Jalan AIS Nasution |
| Penyelenggara | Satlantas Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng |
| Sasaran | Anggota ekstrakurikuler Polisi Keamanan Sekolah (PKS) SMAN-1 |
Manfaat Praktis untuk Sekolah dan Lingkungan
Dari sudut pandang mobilitas dan keselamatan, pembinaan praktis seperti ini memiliki beberapa manfaat langsung bagi lingkungan sekolah dan arus lalu lintas di sekitarnya. Antara lain:
- Peningkatan keselamatan pejalan kaki melalui pengaturan penyeberangan siswa pada jam masuk dan pulang sekolah;
- Pengurangan potensi kemacetan di area depan sekolah karena petugas PKS dapat membantu mengatur kendaraan roda dua dan roda empat;
- Penanaman budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah yang berdampak jangka panjang terhadap perilaku berkendara generasi muda.
Kompol Hermanto juga menekankan aspek pencegahan sosial. Dengan membina pelajar sejak dini, kata dia, kepolisian berharap dapat mengurangi risiko terjerumusnya remaja ke perilaku menyimpang dan kenakalan yang merugikan masa depan mereka.
Implikasi bagi Kebijakan dan Praktik Sekolah
Kegiatan ini merupakan salah satu contoh sinergi antara aparat penegak hukum dan institusi pendidikan untuk mencapai tujuan bersama: keselamatan anak dan ketertiban ruang publik. Bagi sekolah, pembinaan semacam ini menuntut keberlanjutan, berupa:
- Pelatihan lanjutan bagi anggota PKS untuk mempertahankan keterampilan;
- Koordinasi rutin antara pihak sekolah dan Satlantas dalam pengaturan jadwal petugas lapangan;
- Pemasangan atau penataan ulang fasilitas penyeberangan jika diperlukan, agar tugas pengaturan arus menjadi lebih efektif.
Pelaksanaan Police Goes to School di SMAN-1 Palangka Raya menjadi acuan praktis bagi sekolah lain di Kota Palangka Raya yang ingin memperkuat pengawasan lalu lintas sekolah. Kepada warga dan orang tua, inisiatif ini menawarkan harapan akan lingkungan sekolah yang lebih aman dan teratur tanpa mengurangi mobilitas harian.
Dengan fokus pada solusi operasional dan keterlibatan komunitas sekolah, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengurangan risiko kecelakaan dan gangguan lalu lintas di sekitar institusi pendidikan di Palangka Raya.