Pemkab Bogor Tingkatkan Fungsi Religius dan Publik di Kompleks Nurul Wathon
Pemerintah Kabupaten Bogor mulai merancang pengembangan kawasan Masjid Raya Nurul Wathon di Kompleks Stadion Pakansari, Cibinong, sebagai destinasi wisata religi dan ruang publik yang lebih representatif bagi masyarakat. Langkah ini ditempuh menyusul tingginya kunjungan masyarakat, khususnya pada akhir pekan, yang berasal tidak hanya dari Kabupaten Bogor tetapi juga kota dan kabupaten lain.
“Masjid ini memang menjadi salah satu cita-cita Pak Bupati, yaitu menghadirkan tempat yang dicintai dan dekat dengan masyarakat. Setiap Sabtu dan Minggu, tempat ini selalu ramai,”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, pada pernyataan di Cibinong pada Kamis. Dari pengamatan pemerintah daerah, pola kunjungan yang meluas menunjukkan potensi kawasan itu berkembang lebih dari sekadar pusat kegiatan keagamaan.
Fasilitas yang Sudah Ada dan Rencana Pengembangan
Masjid Raya Nurul Wathon telah dibangun pada lahan seluas 2,6 hektare di Kompleks Stadion Pakansari. Pembangunan masjid tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Bogor tahun 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp112 miliar. Beberapa fasilitas yang ada di lokasi mencakup Menara Tauhid setinggi 99 meter, miniatur Ka'bah untuk kegiatan manasik haji, serta ornamen-ornamen yang berkaitan dengan Ka'bah.
- Area lokasi: 2,6 hektare
- Anggaran pembangunan (APBD 2025): Rp112 miliar
- Menara Tauhid: 99 meter
- Fasilitas manasik haji: miniatur Ka'bah
Menurut Ajat, Pemkab Bogor akan menambah dan mengembangkan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Salah satu kajian yang sedang dilakukan adalah pemanfaatan Menara Tauhid agar dapat diakses pengunjung secara aman dan bermanfaat.
Rencana Embarkasi Haji dan Anggaran 2027
Untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat layanan keagamaan dan pelayanan jamaah, Pemkab Bogor juga merencanakan pembangunan fasilitas embarkasi haji dan umrah berupa gedung tujuh lantai. Pembangunan fasilitas ini dianggarkan dalam rancangan APBD 2027 dengan alokasi sebesar Rp142 miliar.
Perencanaan proyek tersebut dijadwalkan memasuki proses lelang mulai Desember 2026, sehingga diharapkan pekerjaan fisik dapat dimulai pada awal 2027. Dalam paparan perencanaan, konsep bangunan disebut menyerupai Zamzam Tower di Mekkah, meskipun rincian arsitektural dan fungsi tiap lantai akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah daerah.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Luas lahan | 2,6 hektare |
| Anggaran pembangunan masjid (2025) | Rp112 miliar (APBD 2025) |
| Menara | Menara Tauhid, 99 meter |
| Anggaran embarkasi (rencana 2027) | Rp142 miliar (APBD 2027) |
Dampak bagi Masyarakat Lokal
Pemanfaatan kompleks Nurul Wathon sebagai destinasi religi dan ruang publik berpotensi memperkaya aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, manasik haji, hingga kunjungan dari luar daerah seperti Depok dan Cirebon. Bagi pemerintah daerah, pengembangan ini juga dimaksudkan untuk menghadirkan fasilitas yang dicintai dan mudah dijangkau oleh warga.
Namun, pemerintah harus memastikan aksesibilitas, manajemen pengunjung, dan fasilitas pendukung memadai agar tidak mengganggu kegiatan lokal maupun keamanan jamaah. Kajian pemanfaatan Menara Tauhid untuk akses pengunjung, serta perencanaan embarkasi yang memerlukan standar pelayanan haji, menjadi poin penting yang perlu dituntaskan sebelum pekerjaan fisik berjalan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Bogor berharap kawasan Masjid Raya Nurul Wathon menjadi bagian dari jaringan destinasi religi yang sekaligus memperkuat peran ruang publik di wilayah Pakansari. Progres selanjutnya akan mengikuti tahapan perencanaan, proses lelang, dan pelaksanaan yang diumumkan oleh Pemkab Bogor.
Sebagai koresponden daerah, saya mengamati antusiasme warga setempat terhadap rencana ini, terutama karena masjid kerap menjadi titik temu spiritual dan sosial. Pengembangan yang berorientasi pelayanan dan kenyamanan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kehidupan komunitas di Kabupaten Bogor.