Peresmian dan penataan kawasan
Suasana khidmat dan haru mengiringi peresmian Kompleks Wisata Religi dan Cagar Budaya Makam Syekh Waliyullah Eyang Hajiki Boros Ngora di Kampung Langkob, Desa Cibunar Jaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan inisiatif Yayasan Cikapawarna RD. H. Akiborosngora yang bertujuan merapikan situs makam keramat yang selama ini menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah.
Penataan kembali kawasan makam tidak hanya menekankan aspek fisik tetapi juga rekonstruksi nilai edukatif dan historis. Menurut panitia pelaksana, perubahan dilakukan agar kawasan mampu menampung jamaah lebih banyak sekaligus memberi kenyamanan bagi pengunjung yang datang untuk berziarah maupun belajar sejarah Islam di Sunda.
Fasilitas yang diperbaiki dan disediakan
Perubahan pada kompleks makam meliputi penataan area, peningkatan fasilitas publik, serta pengaturan ruang bagi pelaku usaha lokal. Fasilitas yang kini tersedia menargetkan kebutuhan dasar peziarah sekaligus mendukung kegiatan wisata edukasi.
- Area parkir yang diperluas untuk menampung kendaraan pengunjung.
- Toilet bersih sebagai fasilitas sanitasi publik yang lebih memadai.
- Mushola untuk kegiatan ibadah jamaah.
- Penataan space UMKM warga lokal untuk mendukung ekonomi sekitar.
| Fasilitas | Fungsi |
|---|---|
| Area parkir | Mempermudah akses peziarah |
| Toilet | Meningkatkan kenyamanan pengunjung |
| Mushola | Tempat ibadah dan zikir |
| Area UMKM | Mendukung ekonomi warga setempat |
Dinamika sosial dan harapan ekonomi
Peresmian tersebut mendapatkan sambutan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat yang aktif mengapresiasi penataan kawasan. Ketua Umum Elang Tiga Hambalang menyatakan bahwa penataan ini merupakan upaya kolektif untuk merawat warisan leluhur sekaligus memperkuat nilai-nilai keteladanan yang melekat pada figur Eyang Hajiki Boros Ngora.
"Penataan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk merawat warisan leluhur,"
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar kompleks makam tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga wahana pendidikan sejarah lokal. Penataan yang lebih representatif diharapkan dapat menarik pengunjung dari berbagai daerah sehingga memberi efek berganda bagi ekonomi masyarakat Desa Cibunar Jaya.
Salah satu harapan nyata dari penataan ini adalah bergeraknya kembali usaha mikro dan kecil di sekitar kawasan. Bentuk dukungan yang dipersiapkan antara lain lokasi berjualan bagi pedagang kuliner, perajin oleh-oleh, serta penyedia jasa penginapan yang berpotensi berkembang jika jumlah pengunjung meningkat.
Identitas budaya dan pariwisata religius
Menurut panitia, pengembangan kompleks makam juga bertujuan mengangkat nilai sejarah Syekh Waliyullah Eyang Hajiki Boros Ngora sebagai bagian dari narasi Islam di wilayah Sunda. Pengelolaan yang menggabungkan unsur edukasi, spiritualitas, dan kelestarian lingkungan diharapkan memperkuat posisi situs ini sebagai destinasi wisata religi unggulan di Jawa Barat.
Bagi masyarakat Sukabumi, langkah penataan ini menandai upaya untuk melestarikan situs sejarah sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Keberlanjutan manfaat tersebut bergantung pada pengelolaan yang berkelanjutan, partisipasi warga, dan dukungan pihak pemerintah daerah dalam mengintegrasikan situs ini ke dalam peta pariwisata dan kebudayaan daerah.
Kompleks Wisata Religi dan Cagar Budaya Makam Syekh Waliyullah Eyang Hajiki Boros Ngora kini disiapkan untuk menerima lebih banyak pengunjung dengan suasana yang lebih tertata dan representatif, sekaligus menjadi ruang bagi warga Sukabumi untuk merawat warisan leluhur secara bersama-sama.