Penutupan Rakernas JKPI XII di Ternate
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII resmi ditutup di Kota Ternate melalui rangkaian Pawai Budaya dan Karnaval pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pawai dimulai di Taman Fitness dan berakhir di kawasan Ngara Lamo, depan Kedaton Kesultanan Ternate (Salero), menandai penutupan kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara penutupan menampilkan beragam busana adat, tarian, musik tradisional, serta kreativitas komunitas muda. Sebagai tuan rumah, Ternate menyuguhkan tarian tradisional Soya-Soya, sementara delegasi dari daerah lain seperti Aceh, Ambon, Palembang, Halmahera Barat, Tidore, dan Pekalongan juga menampilkan tarian dan busana khas masing-masing.
Suasana, peserta, dan makna budaya
Pawai menjadi ruang pertemuan lintas daerah dan elemen masyarakat. Selain delegasi resmi peserta Rakernas JKPI, masyarakat umum turut memadati rute pawai sehingga acara berubah menjadi pesta rakyat sekaligus sarana pertukaran budaya. Penampilan tari, aransemen musik lokal, dan kostum tradisional berpadu dengan partisipasi komunitas kreatif setempat.
- Tuan rumah: Kota Ternate—penampilan tari Soya-Soya.
- Delegasi daerah: Aceh, Ambon, Palembang, Halmahera Barat, Tidore, Pekalongan, dan lainnya.
- Rute pawai: Taman Fitness menuju Kedaton Kesultanan Ternate (Ngara Lamo/Salero).
Menurut panitia penyelenggara, pawai tidak sekadar menutup rangkaian acara formal tetapi juga merupakan wujud keterbukaan warisan budaya untuk hadir dan berkembang di tengah masyarakat. Partisipasi anak muda dan komunitas lokal menandakan upaya menghubungkan tradisi dengan dinamika kontemporer.
"Yang berakhir hari ini hanyalah rangkaiannya. Semangatnya tidak boleh berakhir, persaudaraannya juga tidak boleh berakhir. Pusaka bukanlah sesuatu yang disimpan dan dilindungi, tetapi pusaka adalah sesuatu yang harus dihidupkan,"
demikian ujar Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman saat memberikan sambutan pada penutupan acara.
Dampak lokal dan pesan keberlanjutan
Penyelenggaraan Rakernas JKPI XII dan pawai budaya berimplikasi pada beberapa aspek lokal. Selain peningkatan kunjungan penduduk dan aktivitas ekonomi kecil selama acara, momentum ini menegaskan posisi Ternate sebagai kota yang aktif dalam pelestarian dan promosi warisan budaya. Hadirnya delegasi dari berbagai wilayah juga membuka peluang pertukaran praktik pelestarian pusaka dan jaringan kerja sama antarkota.
Panitia dan pemerintah kota menilai bahwa pawai budaya juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan menghormati tradisi lokal. Dengan demikian, acara tersebut diharapkan memberi dampak jangka panjang terhadap penguatan identitas budaya masyarakat Ternate.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Tanggal | 29 Agustus 2026 |
| Lokasi awal | Taman Fitness, Ternate |
| Lokasi akhir | Kedaton Kesultanan Ternate (Ngara Lamo/Salero) |
| Penampilan tuan rumah | Tarian Soya-Soya |
Penutupan Rakernas JKPI XII di Ternate menutup rangkaian acara yang lebih luas, termasuk seminar, sidang-sidang rakernas, pasar malam, dan kegiatan kebudayaan lain. Panitia dan pemerintah kota menyatakan apresiasi atas partisipasi delegasi serta dukungan masyarakat setempat yang dinilai krusial dalam kelancaran acara.
Dengan berakhirnya rangkaian resmi, pemerintah daerah dan pelaku kebudayaan di Ternate diharapkan melanjutkan upaya menghidupkan warisan lokal, memberikan ruang bagi pengembangan seni tradisi, serta memastikan transfer pengetahuan antargenerasi agar pusaka budaya tetap relevan dan dinikmati masyarakat luas.