Masyarakat Mataram Nusa Tenggara Barat (NB)

Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok: Evakuasi 106 Penumpang dan Respons Pemerintah NTB

KMP Putri Yasmin terbakar saat melintas di perairan Selat Lombok dini hari; 106 penumpang dievakuasi. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur dan mendapat perhatian Gubernur NTB.

Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok: Evakuasi 106 Penumpang dan Respons Pemerintah NTB
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin mengalami kebakaran saat melintas di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. Insiden terjadi ketika kapal dalam pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan.

Kronologi singkat kejadian

Berdasarkan keterangan resmi Kantor SAR Mataram, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Laporan darurat diterima kantor SAR pada pukul 04.39 WITA, setelah itu personel dan armada segera dikerahkan menuju lokasi kejadian di sekitar perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat.

Waktu Keterangan
04.15 WITA Kebakaran diperkirakan mulai terjadi saat kapal dalam pelayaran dari Padangbai menuju Lembar
04.39 WITA Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat dan memulai pengerahan armada
Sesudahnya Evakuasi melibatkan SAR, TNI AL, Polairud, kapal sipil, dan pihak terkait

Evakuasi dan unsur yang terlibat

Operasi pencarian dan pertolongan merupakan sinergi beberapa instansi dan unsur di laut. Selain Kantor SAR Mataram, operasi juga melibatkan Kantor SAR Denpasar, kapal KN SAR Arjuna, KN 220 Mataram, kapal cepat, serta kapal milik TNI Angkatan Laut. Unsur lain yang turut membantu antara lain:

  • KMP PortLink II yang kebetulan berada di jalur pelayaran
  • Polairud dan Polres Lombok Barat
  • Syahbandar Pelabuhan Lembar
  • Kapak yacht yang melintas dan masyarakat nelayan setempat
  • Unit SAR dan personel pendukung dari instansi terkait

Menurut catatan sementara, semua penumpang yang dilaporkan telah dievakuasi baik ke arah Bali maupun ke Lombok. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan keselamatan penumpang menjadi fokus utama selama operasi berlangsung.

"Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi,"

Tanggapan pemerintah daerah

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan insiden ini menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi dan harapannya menjadi pelajaran untuk perbaikan ke depan. Iqbal menyebutkan pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan NTB menuju lokasi dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk PT ASDP sebagai operator penyeberangan lintas Pelabuhan Lembar–Padangbai.

"Intinya apapun yang terjadi hari ini menjadi pelajaran kita bersama untuk perbaikan bersama di masa mendatang," kata Gubernur Iqbal saat ditemui usai rapat koordinasi persiapan MotoGP Mandalika di Mataram. Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan diberitakan akan merapat untuk meninjau kondisi dan penanganan lebih lanjut.

Dampak dan pertanyaan yang belum terjawab

Insiden kebakaran pada kapal penyeberangan menimbulkan kecemasan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan antarpulau. Selain kebutuhan mendesak untuk memastikan keselamatan penumpang pada peristiwa serupa, peristiwa ini membuka beberapa pertanyaan teknis yang perlu klarifikasi dari instansi berwenang, antara lain:

  • Penyebab pasti kebakaran dan status penyelidikan teknis
  • Apakah prosedur keselamatan dan peralatan pemadam di kapal terpenuhi
  • Langkah perbaikan operasional oleh pengelola penyeberangan (ASDP)

Pihak Kantor SAR Mataram dan instansi terkait belum merilis seluruh hasil penyelidikan teknis. WE NEWS akan terus mengikuti perkembangan, termasuk pernyataan resmi dari ASDP, Kementerian Perhubungan, dan hasil investigasi yang mungkin diterbitkan pihak berwenang.

Untuk warga dan calon penumpang, pejabat daerah mengimbau agar tetap mengikuti informasi resmi dari operator pelabuhan dan otoritas keselamatan pelayaran serta memastikan jadwal dan kondisi kapal sebelum menyeberang. Kami juga menghimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk tetap memberi ruang bagi operasi penyelamatan dan melaporkan informasi yang dapat membantu proses evakuasi dan investigasi.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NBNusa Tenggara Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik