Polisi menyelidiki dua perampokan minimarket yang terjadi di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus, Lampung, setelah keduanya viral di media sosial karena memperlihatkan modus serupa. Kejadian berlangsung dalam rentang empat hari dengan ciri-ciri pelaku yang tampak mirip, sehingga aparat menilai ada kemungkinan kedua peristiwa tersebut saling terkait.
Ringkasan kejadian
Perampokan pertama berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 04.12 WIB di sebuah gerai Indomaret di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Pringsewu. Rekaman kamera pengawas menunjukkan dua pria memasuki minimarket ketika beberapa pegawai masih berada di lokasi. Pelaku menggunakan masker, helm, dan jaket berwarna gelap. Mereka diduga mengancam pegawai menggunakan senjata api dan pisau, lalu melarikan uang tunai sekitar Rp 1,3 juta.
Peristiwa serupa terjadi kembali pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 21.02 WIB di sebuah gerai Alfamart di wilayah Sukaraja, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan dua orang berbusana serupa (masker, helm, jaket hitam) memasuki toko. Salah satu pelaku terlihat mengarahkan senjata api ke salah satu karyawati di area kasir dan mengambil uang dari brankas. Sampai saat ini jumlah kerugian pada kejadian kedua belum dapat dipastikan.
| Tanggal | Lokasi | Waktu | Kerugian |
|---|---|---|---|
| 10 September 2026 | Indomaret, Jalan Jenderal Sudirman, Pringsewu | 04.12 WIB | Rp 1,3 juta |
| 14 September 2026 | Alfamart, Sukaraja, Kecamatan Semaka, Tanggamus | 21.02 WIB | Belum dipastikan |
Penyelidikan dan langkah polisi
Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali, membenarkan adanya laporan pencurian dengan kekerasan tersebut dan menyatakan tim penyidik telah melakukan pemeriksaan lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi. Rekaman CCTV telah diamankan sebagai bukti awal.
"Tim sudah melakukan cek TKP, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Rekaman CCTV juga sudah kami amankan, saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan, mohon waktu,"
Polisi menjelaskan masih mendalami analisis rekaman dan keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan apakah kedua peristiwa dilakukan oleh pelaku atau kelompok yang sama. Langkah-langkah yang dilakukan aparat antara lain:
- Pengamanan dan pengumpulan bukti rekaman CCTV dari kedua lokasi;
- Pemeriksaan saksi, termasuk pegawai minimarket dan warga sekitar;
- Koordinasi antarunit kepolisian wilayah untuk membandingkan modus operandi dan pakaian pelaku.
Potensi dampak dan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut
Kemiripan pakaian dan jumlah pelaku pada kedua rekaman telah memicu dugaan keterkaitan. Jika terbukti terkait, peristiwa ini mengindikasikan adanya mobilitas pelaku yang menjalankan aksi di wilayah berbeda dalam rentang waktu singkat, sehingga memerlukan pendekatan penyelidikan yang melibatkan pertukaran informasi lintas wilayah.
Sementara korban fisik pada laporan yang diterima belum diinformasikan secara rinci, penggunaan senjata api dan pisau dalam peristiwa tersebut menimbulkan risiko trauma psikologis bagi pegawai toko dan pelanggan. Selain penyidikan, aparat diminta memperhatikan pemulihan kondisi korban dan stabilitas keamanan ritel di wilayah terdampak.
Publik diminta tetap tenang dan memberi kesempatan kepada kepolisian untuk bekerja. Masyarakat yang memiliki informasi atau rekaman terkait kejadian diminta untuk menyerahkan bukti kepada aparat agar proses identifikasi pelaku dapat berjalan lebih cepat dan akurat.
Penyidikan masih berlangsung dan kepolisian berjanji akan memberi keterangan lebih lanjut setelah perkembangan perkembangan otentik tersedia.