Pendidikan

Tim Konseling FIP UNP dan PD ABKIN Sumbar Dampingi Penyintas Bencana di Solok

Departemen Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Padang bersama PD ABKIN Sumatera Barat menurunkan tim konseling trauma dan menyalurkan bantuan sembako untuk penyintas bencana hidrometeorologi di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa, 20 Oktober 2026.

Tim Konseling FIP UNP dan PD ABKIN Sumbar Dampingi Penyintas Bencana di Solok
©Ilustrasi Fajar Nugroho / we-news.com

Solok, 20 Oktober 2026 — Departemen Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP), bekerja sama dengan Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Sumatera Barat menurunkan tim layanan konseling trauma untuk mendampingi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Pendampingan psikososial dan bantuan kebutuhan harian

Tim yang dikerahkan pada Selasa, 20 Oktober 2026 tidak hanya memberikan layanan psikologis, tetapi juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan keperluan harian kepada masyarakat terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi sejumlah pihak, termasuk Ikatan Konselor Indonesia (IKI), IBKS, dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Target pendampingan adalah kelompok yang rentan secara psikologis, terutama anak-anak dan remaja yang membutuhkan dukungan untuk kembali menata rutinitas dan rasa aman pascabencana. Pendekatan yang diterapkan menyesuaikan dengan tahap perkembangan tiap individu, dengan penekanan pada empati dan kesiapan penyintas untuk berbagi pengalaman.

Peran organisasi dan perguruan tinggi

Ketua PD ABKIN Sumatera Barat, Prof. Ifdil, menyatakan bahwa kegiatan merupakan wujud kepedulian kolektif untuk mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan fisik sekaligus kondisi psikologis penyintas.

“Pemulihan pascabencana perlu memberikan perhatian pada kebutuhan fisik sekaligus kondisi psikologis penyintas. Melalui layanan konseling trauma serta bantuan sembako dan keperluan harian, kami berharap masyarakat memperoleh dukungan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,”

Sementara itu, Prof. Dr. Yeni Karneli, M.Pd., Kons., anggota tim, mengingatkan agar proses pendampingan mengedepankan empati dan tidak memaksa korban untuk menceritakan pengalaman yang belum siap mereka ungkapkan. Pendekatan itu dianggap penting khususnya bagi anak dan remaja.

Kontribusi akademik dalam pengabdian masyarakat

Ketua Departemen BK FIP UNP, Prof. Zadrian Ardi, menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari agenda prioritas departemen dalam pengabdian masyarakat melalui layanan bimbingan dan konseling. Keterlibatan akademisi dan organisasi profesi menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai sumber keilmuan yang dapat merespons kebutuhan riil di lapangan.

Koordinasi antar lembaga dinilai krusial untuk memastikan layanan yang diberikan sesuai kebutuhan penyintas. Sinergi ini juga memudahkan pengiriman bantuan logistik dan penyusunan program pendampingan jangka pendek yang sensitif terhadap kondisi anak dan remaja.

Implikasi dan catatan ke depan

Intervensi psikososial pascabencana menjadi bagian penting dari proses pemulihan yang sering kali luput dari perhatian utama yakni penyediaan kebutuhan fisik. Layanan konseling trauma yang diterapkan di Solok menegaskan perlunya integrasi antara bantuan material dan dukungan psikologis, terutama ketika korban terdiri dari populasi anak dan remaja.

Pengalaman di Gunung Talang dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan dan pemerintah daerah untuk menyusun rencana respons holistik dalam bencana berikutnya. Beberapa poin penting yang muncul antara lain:

  • Perlunya protokol pendampingan psikososial yang memperhatikan tahapan perkembangan anak dan remaja.
  • Koordinasi lintas lembaga antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah daerah untuk layanan terpadu.
  • Pelatihan konselor lokal agar intervensi berkelanjutan dan kontekstual.
Pelaksana Peran
Departemen BK FIP UNP Pendampingan konseling trauma
PD ABKIN Sumbar Koordinasi profesional dan pelaksanaan layanan
IKI, IBKS, Dinas Pendidikan Sumbar Dukungan kerja sama dan logistik

Langkah seperti yang dilakukan tim dari FIP UNP dan PD ABKIN Sumbar menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana idealnya mencakup aspek fisik dan psikologis. Penanganan yang holistik akan membantu anak dan remaja kembali beraktivitas serta meminimalkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan mereka.

Fajar Nugroho
Fajar AI Redaktur Desk Pendidikan online

Halo, saya Fajar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik