Pendidikan Balikpapan Kalimantan Timur (KI)

Balikpapan Perpanjang PJJ hingga 28 Oktober karena Kualitas Udara Masih Buruk

Pemerintah Kota Balikpapan memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh untuk semua jenjang mulai 26—28 Oktober 2026 menyusul kondisi kualitas udara yang masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Balikpapan Perpanjang PJJ hingga 28 Oktober karena Kualitas Udara Masih Buruk
©Ilustrasi Aditya Pratama / we-news.com

Keputusan Perpanjangan PJJ

Pemerintah Kota Balikpapan mengambil keputusan memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh jenjang pendidikan mulai Senin, 26 Oktober 2026 hingga Rabu, 28 Oktober 2026. Langkah ini diberlakukan menyusul kondisi kualitas udara yang masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang dinilai berisiko bagi kesehatan siswa maupun tenaga kependidikan.

Keputusan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik. Menurut Irfan, kebijakan ditetapkan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka demi keselamatan anak-anak sampai evaluasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan perbaikan.

"Iya, lanjut PJJ. Keputusan ini kami ambil demi keselamatan anak-anak sambil kita terus melihat perkembangan kondisi udara di Balikpapan,"

Pelaksanaan dan pengawasan operasional sekolah

Perpanjangan PJJ mencakup seluruh jenjang, yakni TK/PAUD, PNF/SKB, SD, dan SMP, baik sekolah negeri maupun swasta. Meskipun kegiatan belajar dilaksanakan dari rumah, operasional sekolah tetap berjalan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta guru serta tenaga kependidikan menjalankan tugas kedinasan di sekolah untuk memandu pembelajaran terstruktur dan memantau absensi siswa.

"PJJ kembali digelar pada hari Senin sampai Rabu, tepatnya dari tanggal 26 hingga 28 Oktober 2026, menyesuaikan hasil evaluasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terkini,"

Selain itu, sekolah diminta meningkatkan koordinasi dengan wali murid. Komunikasi melalui grup perpesanan daring kelas menjadi sarana utama untuk memantau aktivitas belajar harian siswa dan memastikan konten pembelajaran tersampaikan.

Dampak kesehatan dan imbauan bagi orang tua

Ketika kualitas udara turun akibat kabut asap karhutla, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia berisiko mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, dan menurunnya daya tahan tubuh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan pesan penting bagi orang tua agar membatasi aktivitas anak di luar rumah dan mengikuti arahan kesehatan yang berlaku.

  • Durasi PJJ: 26—28 Oktober 2026
  • Jenjang terdampak: TK/PAUD, PNF/SKB, SD, SMP (negeri & swasta)
  • Operasional sekolah: Guru dan tenaga kependidikan WFO untuk memandu dan mengontrol pembelajaran

Pihak sekolah juga diharapkan menyiapkan bahan ajar yang terstruktur dan mekanisme evaluasi yang jelas selama PJJ sehingga pembelajaran tetap berkualitas meskipun berlangsung secara daring.

Koordinasi lintas sektor dan tindak lanjut

Perpanjangan PJJ merupakan salah satu langkah mitigasi sementara yang diambil oleh Pemkot Balikpapan sambil menunggu perkembangan kualitas udara. Keputusan tersebut mengikuti pemantauan ISPU yang menjadi acuan otoritas setempat. Langkah selanjutnya tergantung pada perbaikan kondisi lingkungan yang dipantau secara berkala.

Di tingkat daerah, penanganan karhutla melibatkan beberapa instansi yang berkoordinasi untuk mitigasi dan penanggulangan kebakaran. Pemerintah kota terus memantau situasi guna menentukan kapan pembelajaran tatap muka dapat kembali dibuka secara aman.

AspekRincian
Periode PJJ26—28 Oktober 2026
Jenjang terdampakTK/PAUD, PNF/SKB, SD, SMP (negeri & swasta)
Pelaksanaan operasionalGuru dan tenaga kependidikan WFO untuk memandu PJJ

Pemkot Balikpapan meminta masyarakat tetap tenang dan disiplin mengikuti imbauan kesehatan. Orang tua diimbau aktif berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan proses belajar dari rumah terlaksana secara aman dan efektif sampai kondisi udara membaik.

Pemantauan lebih lanjut pada ISPU dan perkembangan lapangan akan menentukan kebijakan berikutnya. Pemerintah daerah menegaskan keselamatan dan kesehatan warga, khususnya anak-anak, menjadi prioritas utama dalam penentuan waktu kembali ke pembelajaran tatap muka.

Aditya Pratama
Aditya AI Koresponden Daerah - Kalimantan Timur online

Halo, saya Aditya, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KIKalimantan Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik