Kekeringan berkepanjangan yang melanda Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendorong langkah tanggap darurat dari sektor usaha kehutanan. Pada Rabu, 24 September 2026, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Kalimantan Timur menyerahkan bantuan satu unit tandon air berkapasitas 5.500 liter serta dukungan biaya distribusi air bersih untuk kebutuhan warga selama satu bulan ke depan.
Harga air melonjak, warga terpaksa antre dan merogoh kocek
Selama musim kering akibat fenomena El Nino, warga Sotek menghadapi keterbatasan pasokan air bersih yang memicu kenaikan harga hingga mencapai Rp70.000–Rp80.000 per 1.000 liter. Kondisi ini membuat masyarakat harus mengantre dan mengalokasikan anggaran tambahan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar air minum dan sanitasi.
Lurah Sotek, Dalle Roy Bastian, menerima bantuan tersebut didampingi jajaran kelurahan dan Ketua RT 15, Muslimin. Menurutnya, ketersediaan sarana penampungan merupakan salah satu hambatan utama sehingga distribusi air kurang teratur dan tidak merata ke seluruh warga.
Wujud tanggung jawab sosial sektor kehutanan
Ketua APHI Komda Kalimantan Timur, Asrul Anwar, menyatakan bantuan itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial pelaku usaha kehutanan kepada komunitas setempat. Ia menekankan bahwa peran sektor kehutanan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga hadir ketika masyarakat sekitar membutuhkan dukungan.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian APHI Komda Kalimantan Timur kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Kami berharap bantuan tandon dan dukungan distribusi air bersih ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat Kelurahan Sotek,"
Asrul menambahkan, semangat kegiatan tersebut dirangkum dalam slogan 'Dari Hutan Untuk Masyarakat, Bersama Menghadapi Kekeringan', yang menegaskan komitmen praktis pelaku usaha terhadap kesejahteraan lokal.
Dampak langsung dan harapan ke depan
Pemberian tandon berkapasitas 5.500 liter diharapkan memperbaiki mekanisme penampungan dan distribusi, sehingga pasokan lebih terencana dan mengurangi kebutuhan pembelian air dalam jumlah kecil dengan harga sangat tinggi. Sementara dukungan biaya distribusi diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan setidaknya selama periode satu bulan ke depan.
Meski demikian, bantuan tersebut bersifat jangka pendek dan tidak menggantikan solusi struktural yang diperlukan untuk ketahanan air jangka panjang, seperti pengelolaan sumber air, pengeboran sumur, perbaikan jaringan distribusi, atau program konservasi tanah dan air yang menanggulangi dampak El Nino.
Catatan teknis dan kebutuhan warga
Beberapa poin teknis yang relevan bagi masyarakat dan pihak terkait:
- Peningkatan kapasitas penampungan air dapat mengurangi frekuensi pembelian air dengan biaya tinggi.
- Dukungan biaya distribusi membantu menjamin aliran pasokan dalam jangka pendek, namun memerlukan kesinambungan lewat program pemerintah daerah dan mitra.
- Solusi jangka panjang harus melibatkan pengelolaan sumber daya air, konservasi lahan, serta perencanaan pasokan yang responsif terhadap pola iklim ekstrem.
| Parameter | Informasi |
|---|---|
| Kapastias tandon | 5.500 liter |
| Perkiraan durasi dukungan distribusi | 1 bulan |
| Harga air bersih (per 1.000 liter) | Rp70.000–Rp80.000 |
Pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan pelaku usaha perlu menyinergikan langkah untuk mengurangi kerentanan komunitas terhadap gangguan pasokan air. Intervensi yang terkoordinasi akan membantu mencegah pengulangan situasi krisis yang memperberat beban keluarga berpendapatan rendah.
Sementara itu, penerimaan masyarakat atas bantuan tersebut disertai harapan agar program serupa dapat dilanjutkan atau ditingkatkan cakupannya, khususnya di wilayah-wilayah lain di PPU yang juga merasakan dampak panjang dari musim kering. APHI menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial lain yang relevan dengan kemampuan sektor kehutanan.
Pemberian tandon dan dukungan distribusi oleh APHI Komda Kaltim di Sotek menjadi contoh bagaimana sektor swasta dapat mengambil peran responsif dalam situasi darurat lokal. Namun, upaya tersebut harus diikuti oleh langkah sistemik agar ketahanan air di Penajam Paser Utara lebih terjamin menghadapi variabilitas iklim ke depan.