Jakarta — Citra Poerwa, yang memegang gelar None Jakarta 2026, mengajak masyarakat terutama pekerja yang padat aktivitas untuk menjadikan jalan kaki 10–15 menit setelah makan sebagai bagian dari rutinitas kesehatan. Ajakan itu disampaikan dalam diskusi bertajuk “Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta” pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Blok M Square, Jakarta Selatan, yang merupakan rangkaian Jakarta Financial Festival 2026.
Pesan inti: kesehatan tiga dimensi saling terkait
Dalam acara yang berlangsung sebagai bagian dari peringatan Bulan Inklusi Keuangan pada 23–24 Oktober 2026, Citra menekankan bahwa sehat tidak hanya soal kondisi fisik, melainkan juga aspek mental dan sosial. Menurutnya, kesejahteraan mencakup kemampuan menghadapi tekanan sehari-hari serta menjaga hubungan dengan lingkungan sekitar.
"Berdasarkan definisinya sendiri, sehat itu ada tiga aspek. Sehat fisik, sehat mental, dan juga sehat sosial. Jadi bukan semata-mata tubuhnya saja, tapi pikiran kita nih, mentalnya bagaimana dalam menghadapi sehari-hari dan juga sosial, interaksi dengan lingkungan sekitarnya,"
Citra menyoroti bahwa tekanan keuangan dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, pengelolaan finansial yang baik serta kebiasaan hidup sehat menjadi penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang.
Rekomendasi praktis untuk pekerja sibuk
Salah satu rekomendasi praktis yang ia sampaikan adalah memanfaatkan waktu setelah makan untuk bergerak, terutama bagi pekerja yang sulit menyediakan waktu khusus untuk olahraga. Aktivitas fisik sederhana ini, menurutnya, bisa dilakukan di lingkungan kantor maupun saat beraktivitas di luar dan menjadi pilihan realistis bagi mereka yang jadwalnya padat.
- Jalan kaki 10–15 menit setelah makan sebagai cara mudah menjaga kebugaran.
- Manfaatkan momen singkat di sela rapat atau perjalanan untuk curi-curi waktu bergerak.
- Perhatikan pola makan seimbang dan pengelolaan pikiran sebagai bagian dari rutinitas sehat.
Citra juga menegaskan bahwa kebiasaan menjaga kesehatan sejak usia muda merupakan investasi jangka panjang untuk mempertahankan produktivitas hingga usia lanjut. Bagi pekerja yang tidak sempat ke tempat olahraga atau gym, ia menyarankan langkah-langkah sederhana yang mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas harian.
Konsekuensi dan konteks
Pesan Citra selaras dengan pendekatan kesehatan publik yang mendorong intervensi kecil namun konsisten untuk mencegah dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Dalam konteks urban Jakarta, di mana banyak pekerja menghadapi waktu perjalanan panjang dan jadwal padat, rekomendasi ini memberi alternatif yang realistis untuk memasukkan aktivitas fisik tanpa perlu alokasi waktu khusus.
| Aspek Kesehatan | Fokus |
|---|---|
| Fisik | Aktivitas sederhana seperti jalan kaki singkat setelah makan |
| Mental | Pengelolaan stres, termasuk akibat tekanan keuangan |
| Sosial | Interaksi dan dukungan lingkungan sekitar |
Diskusi ini merupakan bagian dari upaya mempertemukan isu kesehatan dan inklusi finansial, menunjukkan bahwa perhatian pada kondisi ekonomi dan kebiasaan sehari-hari sama pentingnya untuk menjaga kesejahteraan. Untuk penerapan praktisnya, Citra mendorong agar individu menilai rutinitas harian mereka dan memilih langkah kecil yang dapat bertahan lama.
Dengan pendekatan yang mudah dan realistis, ajakan seperti berjalan singkat setelah makan berpotensi menjadi kebiasaan kolektif yang mendukung kebugaran masyarakat perkotaan tanpa menggeser komitmen pekerjaan sehari-hari.