PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memperkuat pijakannya di industri hiburan dan gaya hidup melalui langkah investasi strategis pada PT Kharisma Jawara Abadi (KJA). Transaksi ini memberi BUVA kepemilikan efektif pada KAJA Group, operator yang saat ini mengembangkan Zumana, destinasi lifestyle baru di kawasan Sunset Bay Kuta, Bali.
Detail kepemilikan dan dampak bisnis
Berdasarkan catatan perusahaan, BUVA memiliki kepemilikan efektif sebesar 16,27% pada KJA, sementara KJA memegang 58,36% saham di KAJA Group. Karena struktur kepemilikan tersebut, BUVA mencatat investasi ini sebagai entitas asosiasi dalam laporan keuangannya.
| Entitas | Kepemilikan |
|---|---|
| BUVA pada KJA | 16,27% |
| KJA pada KAJA Group | 58,36% |
Langkah ini menandai diversifikasi usaha BUVA dari portofolio properti perhotelan menuju segmen pengalaman yang menggabungkan unsur perhotelan, kuliner, hiburan, dan rekreasi—komponen yang makin dicari wisatawan domestik dan internasional.
Zumana: konsep dan potensi pasar
Zumana, yang dikembangkan oleh KAJA Group, resmi dibuka pada 19 Agustus 2026 di kawasan Sunset Bay Kuta. Destinasi ini menempati lahan sekitar 3.500 meter persegi dan dirancang oleh Rockwell Group. Konsepnya mengombinasikan aktivitas tepi pantai, area kuliner, kolam renang, pertunjukan musik live, serta hiburan malam, dan dirancang agar beroperasi sepanjang hari dari siang hingga malam.
Pihak pengembang menjadwalkan Grand Opening Weekend Zumana pada 25–26 September 2026, dengan sejumlah program hiburan yang diharapkan menarik kunjungan wisatawan serta pencinta lifestyle di Bali.
Motivasi strategis BUVA
Menurut manajemen, investasi ke KJA memberikan BUVA eksposur terhadap destinasi gaya hidup yang terintegrasi dengan sektor perhotelan. Penggabungan platform lokal dengan operator, desainer, dan mitra kreatif internasional dinilai dapat menciptakan diferensiasi bagi penawaran pariwisata di Bali.
“Investasi kami di KJA memberikan BUVA eksposur strategis terhadap platform perhotelan Indonesia yang mengembangkan dan berpartisipasi dalam destinasi gaya hidup yang terdiferensiasi. Peluncuran Zumana menunjukkan potensi dari penggabungan platform lokal yang kuat dengan operator, desainer, dan mitra kreatif yang diakui secara internasional,”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Satrio, CEO PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, saat mengumumkan investasi yang tertera dalam keterbukaan informasi perusahaan.
Konsekuensi bagi industri pariwisata dan gaya hidup
Langkah BUVA merefleksikan tren korporasi properti yang merangkul konsep pengalaman untuk menjawab perubahan preferensi pasar: wisatawan kini mencari paket yang memadukan akomodasi, hiburan, kuliner, dan pengalaman lokal dalam satu lokasi. Kolaborasi dengan desainer dan operator internasional juga menandakan upaya peningkatan kualitas produk wisata agar lebih kompetitif di kancah regional.
- Diversifikasi portofolio BUVA dari perhotelan menuju destinasi pengalaman gaya hidup.
- Potensi kenaikan kunjungan dan durasi tinggal wisatawan di Bali melalui konsep terintegrasi seperti Zumana.
- Peluang kolaborasi antara pengembang lokal dan mitra internasional untuk memperkuat brand destinasi.
Bagi pengamat industri, langkah ini patut dicermati sebagai bagian dari evolusi produk pariwisata Indonesia menuju konsep yang lebih terkurasi dan bertumpu pada pengalaman. Bagi pelancong dan pencinta gaya hidup, hadirnya Zumana serta keterlibatan BUVA berarti bertambahnya pilihan destinasi yang mengombinasikan hiburan, kuliner, dan suasana tepi laut—konsep yang belakangan menjadi favorit pasar hiburan di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai redaksi Gaya Hidup, kami akan mengikuti perkembangan efektivitas kolaborasi ini, program peluncuran Zumana, serta respons pasar terhadap konsep destinasi yang menggabungkan elemen lokal dan internasional itu.