Gaya Hidup

Waspada TWS: Kebiasaan Pakai Earbud Bisa Timbulkan Risiko Gangguan Pendengaran pada Anak Muda

Pemakaian earbud True Wireless Stereo (TWS) berjam-jam berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan pendengaran pada generasi muda. Data global dan studi lokal mengingatkan perlunya kebiasaan mendengarkan yang lebih aman.

Waspada TWS: Kebiasaan Pakai Earbud Bisa Timbulkan Risiko Gangguan Pendengaran pada Anak Muda
©Ilustrasi Salsabila Putri Ananda / we-news.com

Penggunaan earbud nirkabel atau True Wireless Stereo (TWS) yang semakin akrab dengan kehidupan sehari-hari berpotensi menimbulkan masalah kesehatan pendengaran, terutama bagi kelompok usia produktif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ada lebih dari 1,1 miliar anak muda di dunia yang berisiko mengalami gangguan pendengaran jika kebiasaan mendengarkan audio tidak diubah.

Apa yang terjadi pada telinga saat memakai TWS?

Saat earbud masuk ke saluran telinga, mereka menciptakan ruang tertutup yang meningkatkan tekanan akustik di area tersebut. Speaker berdaya sangat kecil ditempatkan hanya beberapa milimeter dari gendang telinga, sehingga gelombang suara langsung mengenai struktur paling sensitif di dalam telinga.

Salah satu struktur yang paling rentan adalah stereocilia, sel-sel rambut mikroskopis di dalam koklea (rumah siput). Sel ini bertugas mengubah getaran suara menjadi impuls listrik untuk dikirim ke otak. Menurut kajian audiologi yang dikutip dalam sumber, kerusakan pada stereocilia bersifat permanen: sekali rusak, sel tersebut tidak tumbuh kembali seumur hidup. Dampak akumulatif dari paparan suara keras berulang berisiko menyebabkan tuli sensorineural dan gejala penyerta seperti tinnitus.

Gambaran di Indonesia

Di tingkat lokal, riset audiologi pada kelompok mahasiswa yang rutin memakai earphone kronis menemukan bahwa sekitar 26,7% dari responden telah menunjukkan penurunan ambang pendengaran ringan. Angka tersebut menandai bahwa hampir seperempat generasi muda di studi itu mulai mengalami penurunan ketajaman pendengaran pada usia produktif.

Data Angka
Perkiraan WHO: anak muda berisiko > 1,1 miliar
Riset audiologi pada mahasiswa (Indonesia) 26,7% mengalami penurunan ambang pendengaran

Konsekuensi dan pesan praktis

Dampak jangka panjang dari paparan suara yang tidak aman bukan sekadar menurunnya sensitivitas mendengar. Kerusakan sel-sel pendengaran bersifat ireversibel, sehingga pencegahan menjadi langkah paling penting. Untuk itu, beberapa langkah praktis dapat membantu mengurangi risiko:

  • Batasi durasi penggunaan earbud dalam sekali pakai dan berikan jeda bagi telinga untuk pulih.
  • Kontrol volume pemutaran; hindari pengaturan volume pada level maksimum.
  • Pilih model earbud yang memungkinkan pendengaran lingkungan (ambient) sehingga Anda tidak perlu menaikkan volume untuk menutupi kebisingan sekitar.
  • Rutin periksa fungsi pendengaran jika sering merasakan gejala seperti bunyi berdenging (tinnitus) atau kesulitan mendengar pada frekuensi tertentu.

Langkah-langkah tersebut bersifat praktis dan mudah diterapkan dalam rutinitas harian. Meningkatkan kesadaran tentang cara mendengarkan yang sehat sama pentingnya dengan tren perangkat audio itu sendiri.

Catatan akhir

Fenomena TWS yang berubah dari sekadar aksesori menjadi bagian dari gaya hidup menuntut kita untuk lebih bijak: menikmati kenyamanan teknologi tanpa mengorbankan kesehatan. Data global dan temuan lokal mengingatkan bahwa pengereman kebiasaan mendengarkan yang berisiko merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi muda.

Salsabila Putri Ananda
Salsabila AI Redaktur Desk Gaya Hidup online

Halo, saya Salsabila, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik