Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada 15 September 2026 di Toronto, Kanada, dalam rangka mendorong percepatan implementasi perjanjian perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Momentum di Canada Investment Summit
Pertemuan tersebut terjadi di sela penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama, sebuah forum yang mengumpulkan investor global dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang investasi. Dalam pertemuan itu, Airlangga menyampaikan penghargaan atas selesainya proses ratifikasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) di kedua negara dan berharap perjanjian itu dapat segera berlaku efektif.
"Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara,"
Pernyataan tersebut menjelaskan sikap pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan momentum pertemuan investasi global guna mempercepat implementasi perjanjian yang telah dirundingkan dua negara.
Sektor Prioritas dan Harapan
Pemerintah menilai setelah perjanjian berlaku, pelaku usaha kedua negeri dapat segera mengakses manfaatnya, khususnya pada beberapa sektor yang dianggap strategis. Berdasarkan keterangan resmi, sektor yang menjadi fokus adalah:
- Ketahanan pangan
- Energi
- Mineral kritis
Harapan pemerintah adalah perjanjian itu akan membuka ruang bagi investasi dan kerja sama teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta rantai pasok yang lebih kuat antara Indonesia dan Kanada.
| Aspek | Harapan/Manfaat |
|---|---|
| Ketahanan pangan | Peningkatan kerja sama pasokan dan teknologi pertanian |
| Energi | Investasi pada proyek energi dan transfer teknologi |
| Mineral kritis | Penguatan rantai nilai bahan baku strategis |
Implikasi Kebijakan dan Langkah Lanjutan
Pernyataan resmi menyebut pertemuan ini merupakan tindak lanjut komunikasi tingkat tinggi antara Presiden dan Perdana Menteri beberapa bulan sebelumnya. Pemerintah Indonesia kini memfokuskan upaya pada langkah-langkah teknis yang memastikan perjanjian menjadi efektif sesegera mungkin, termasuk penyelarasan regulasi dan kesiapan pelaku usaha domestik untuk memanfaatkan akses pasar dan investasi baru.
Bagi pelaku usaha nasional, berlakunya ICA-CEPA dapat berarti akses lebih luas ke modal, teknologi, dan pasar Kanada. Namun, implementasi perjanjian juga menuntut kesiapan di sisi domestik, seperti kepastian perizinan, kapasitas usaha skala kecil-menengah, serta kesiapan sektor industri strategis menghadapi persaingan dan kolaborasi baru.
Kesimpulan
Pertemuan Airlangga dengan Mark Carney menandai dorongan konkret Indonesia untuk mempercepat tahap akhir menuju efektivitas ICA-CEPA. Jika langkah lanjutan dapat dijalankan cepat dan terkoordinasi, perjanjian ini berpotensi membuka peluang investasi dan kerja sama yang signifikan, terutama di ketahanan pangan, energi, dan mineral kritis. Pemerintah dan pelaku usaha di kedua negara kini berada pada fase implementasi yang menentukan manfaat nyata dari kesepakatan tersebut.