Peristiwa dan pertolongan pertama
Pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, seorang ibu terperosok ke dalam lubang galian proyek sedalam sekitar dua meter yang berada di depan SDN Anyelir 1 di Jalan Nusantara Raya, Depok. Kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00–21.00 WIB, waktu sekolah sedang ramai oleh orang tua siswa yang menghadiri kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa).
Petugas keamanan sekolah, yang diidentifikasi sebagai Muhammad, segera memberikan pertolongan. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan bangku yang diletakkan ke dalam lubang sehingga korban dapat ditarik ke permukaan. Setelah berhasil dikeluarkan, korban langsung dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan medis.
Tanggung jawab perusahaan dan langkah lanjutan
Manajer Pengendalian Teknik PT Tirta Asasta Depok, Dadan Gunawan, menyatakan bahwa pihak perusahaan telah mengunjungi rumah keluarga korban setelah kejadian dan akan menanggung seluruh biaya pengobatan.
"Menanggung seluruh biaya pengobatan korban, sampai dinyatakan sembuh,"
Dadan juga memastikan perusahaan akan terus memberikan perhatian kepada korban sampai kondisi dinyatakan pulih. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Kompas.com pada Senin, 17 Agustus 2026.
Konsekuensi bagi lingkungan sekolah dan keselamatan publik
Insiden ini menyoroti pentingnya pengamanan area proyek yang berbatasan langsung dengan fasilitas publik seperti sekolah. Meskipun tidak dilaporkan adanya luka serius pada korban, peristiwa terperosok di tengah keramaian orang tua dan anak menimbulkan kekhawatiran tentang standar pengamanan dan penandaan lokasi galian proyek di Jalan Nusantara Raya.
Berikut langkah-langkah faktual yang telah dilakukan menurut laporan:
- Petugas keamanan SDN Anyelir 1 melakukan evakuasi segera menggunakan peralatan seadanya.
- Korban dibawa ke klinik untuk perawatan medis setelah dievakuasi.
- Perusahaan pelaksana proyek (PT Tirta Asasta Depok) mengunjungi rumah korban dan menyatakan akan menanggung biaya pengobatan penuh.
Tatanan penanganan dan harapan warga
Warga sekitar dan pihak sekolah tentu berharap kejadian serupa tidak terulang. Penuturan bahwa keluarga dan pihak pelaksana telah bertemu merupakan langkah awal penyelesaian secara kemanusiaan, namun masih ada dimensi perlindungan publik yang harus menjadi perhatian bersama: penataan ulang pemasangan rambu, pembatas yang lebih aman, dan pengawasan rutin pada lokasi galian yang berdampingan dengan fasilitas umum.
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 14 Agustus 2026, pukul 20.00–21.00 WIB | Ibu terperosok ke lubang galian proyek sedalam sekitar 2 meter di depan SDN Anyelir 1 |
| Segera setelah evakuasi | Korban dievakuasi dengan bantuan bangku dan dibawa ke klinik |
| 17 Agustus 2026 | PT Tirta Asasta Depok menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan |
Saya mengamati bahwa masyarakat setempat menghargai respons cepat petugas sekolah dan niat baik perusahaan untuk menanggung biaya pengobatan. Namun warga berharap instansi terkait memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di area publik agar keselamatan anak dan orang tua saat beraktivitas di sekitar sekolah tetap terjamin.
Berita ini masih berkembang dan menjadi sorotan warga Depok yang peduli terhadap keselamatan lingkungan sekolah serta tanggung jawab pelaksana proyek terhadap dampak kegiatan kerja mereka di ruang publik.