MANADO — Brigadir Jenderal Polisi Susetio Cahyadi secara resmi mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung pada Senin dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto.
Peralihan jabatan dan latar belakang
Dalam upacara tersebut, Susetio menggantikan pejabat sebelumnya, Inspektur Jenderal Pol Awi Setiyono. Menurut keterangan resmi dari Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulut, pergantian ini merupakan bagian dari mekanisme rotasi yang dilakukan untuk menjaga dinamika organisasi dan pembinaan karier personel kepolisian.
"Setiap jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi,"
pernyataan itu disampaikan oleh AKBP Peter Gosal, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Bidhumas Polda Sulut, saat menjelaskan tujuan mutasi dan penyegaran dalam tubuh Polri.
Penugasan baru dan posisi sebelumnya
Sebelum dipercaya menempati posisi Wakapolda Sulut, Brigjen Susetio bertugas sebagai Widyaiswara Madya di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Sedangkan Irjen Awi Setiyono selanjutnya mendapatkan jabatan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.
| Pejabat | Jabatan Lama | Jabatan Baru |
|---|---|---|
| Brigjen Pol Susetio Cahyadi | Widyaiswara Madya, Sespim Lemdiklat Polri | Wakil Kepala Polda Sulawesi Utara |
| Irjen Pol Awi Setiyono | Wakapolda Sulut | Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I, Sespim Lemdiklat Polri |
Rangkaian acara dan peserta
Sesudah upacara formal, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal-pamit yang digelar secara sederhana di Aula Mapolda Sulut. Prosesi pelepasan pejabat lama juga dilaksanakan di halaman markas, dihadiri oleh unsur pimpinan Polda, para Kapolres, anggota Bhayangkari, serta seluruh personel Polda Sulawesi Utara.
- Upacara dipimpin oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol Yudo Hermanto.
- Penjelasan rotasi disampaikan oleh AKBP Peter Gosal dari Bidhumas Polda Sulut.
- Acara kenal-pamit dan prosesi pelepasan diadakan di lingkungan Mapolda Sulut.
Makna rotasi bagi organisasi
Pergeseran pejabat di tingkat wilayah dinilai sebagai bagian dari mekanisme pembinaan karier di Polri. Rotasi semacam ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengalaman, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mempertahankan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pernyataan resmi dari Bidhumas menegaskan bahwa setiap mutasi dimaknai sebagai amanah yang harus dijalankan dengan kesetiaan pada kode etik dan prosedur organisasi.
Dampak lokal dan publik
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, pergantian pimpinan di jajaran Polda dapat berimplikasi pada kebijakan prioritas penanganan keamanan daerah, pola koordinasi dengan pemerintah daerah, serta program-program pembinaan masyarakat yang dijalankan oleh kepolisian. Meski demikian, pihak Polda belum merilis perubahan kebijakan operasional spesifik menyusul pelantikan ini.
Informasi resmi mengenai dasar administratif rotasi tercantum dalam dokumen internal Polri; salah satunya disebut sebagai Surat Telegram Kapolri yang mengatur penyegaran jabatan. Pihak Polda Sulut menyatakan kegiatan serah terima ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan profesionalisme dan kesinambungan kepemimpinan di institusi kepolisian.
Upacara yang digelar di Manado menutup proses administratif mutasi untuk jabatan Wakapolda Sulut, sementara pejabat lama melanjutkan tugas di lingkungan pendidikan kepemimpinan Polri. Polda berharap transisi berjalan lancar agar pelayanan keamanan kepada masyarakat tidak terganggu.