MANADO — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Polda setempat untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di daerah itu. Langkah ini dilakukan menyusul laporan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang memerlukan penanganan terkoordinasi antara operator, pengelola terminal, dan aparat keamanan.
Langkah operasional dan pasokan tambahan
Menurut keterangan resmi perusahaan, Pertamina melakukan beberapa langkah operasional untuk mempercepat penyaluran dan menjaga kontinuitas pasokan BBM di Sulawesi Utara. Di antara upaya yang disebutkan ialah penguatan distribusi dari terminal ke SPBU serta pemantauan stok secara berkala agar penyaluran dapat diprioritaskan sesuai kebutuhan lapangan.
Sumber Pertamina menyebutkan beberapa pengiriman dan rencana pasokan sebagai berikut:
- Kapal MT Maritim Khatulistiwa membawa sekitar 5 juta liter Pertalite yang telah merapat di Depot Bitung.
- Dukungan distribusi dari Integrated Terminal (IT) Gorontalo melalui jalur darat diperkuat dengan tambahan 168 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan di Kotamobagu dan wilayah Bolaang Mongondow.
- Pasokan tambahan dari IT Bitung dijadwalkan tiba dengan jumlah mencapai 10 juta liter Pertalite.
"Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian, Pertamina berupaya memastikan penyaluran energi dapat berlangsung secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,"
kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, saat menjelaskan langkah koordinasi yang dilakukan di Manado pada akhir pekan lalu.
Koordinasi pengaturan arus dan pelayanan SPBU
Selain menambah pasokan, sumber Pertamina menyebut penguatan pada sisi pelayanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU. Upaya tersebut meliputi penambahan operator SPBU untuk mempercepat proses pengisian, operasional terminal yang berfungsi 24 jam, dan penugasan petugas marshall guna mengatur antrean kendaraan di lokasi pengisian.
Dalam praktiknya, sinergi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah difokuskan pada dua hal utama:
- Pengaturan arus lalu lintas di sekitar SPBU agar proses pengisian tidak mengganggu lalu lintas lokal.
- Pengawasan proses penyaluran BBM untuk menjaga ketertiban dan mencegah praktik-praktik yang dapat menghambat distribusi.
Dampak pada konsumen dan implikasi operasional
Bagi konsumen, langkah-langkah ini diharapkan mengurai antrean panjang dan mengurangi waktu tunggu di SPBU. Bagi Pertamina, pengiriman tambahan dan optimalisasi rute distribusi menjadi kunci menyeimbangkan stok antar wilayah yang memiliki kebutuhan berbeda-beda.
Secara operasional, pengoperasian terminal selama 24 jam dan penambahan armada atau operator di lapangan meningkatkan fleksibilitas distribusi serta waktu pelayanan SPBU. Namun, efektivitas langkah tersebut bergantung pada kelancaran logistik, kondisi infrastruktur jalan, dan ketersediaan personel di lapangan.
Rangkaian langkah yang ditempuh (ringkasan)
| Langkah | Tujuan |
|---|---|
| Pengiriman kapal MT Maritim Khatulistiwa (~5 juta liter) | Pengisian Depot Bitung untuk distribusi regional |
| Tambahan 168 ribu liter dari IT Gorontalo via darat | Menopang kebutuhan Kotamobagu dan Bolaang Mongondow |
| Jadwal kedatangan tambahan 10 juta liter di IT Bitung | Meningkatkan stok regional untuk periode mendatang |
| Penambahan operator SPBU dan petugas marshall | Mempercepat pelayanan dan mengatur antrean kendaraan |
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan aparat keamanan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat Sulawesi Utara. Monitoring stok dan penyesuaian alokasi akan terus dilakukan untuk merespons dinamika kebutuhan di lapangan.
Untuk masyarakat, imbauan praktis yang dapat diikuti meliputi: menghindari pengisian pada jam puncak apabila memungkinkan, memantau informasi resmi dari Pertamina atau pemerintah daerah mengenai status pasokan, serta mengikuti arahan petugas di lokasi SPBU demi kelancaran pelayanan bersama.