Insiden dan respons awal
Sebuah vihara yang berada di dalam kompleks Universitas Sariputra Indonesia (Unsrit) Tomohon di Kelurahan Kakaskasen II, Kecamatan Tomohon Utara, mengalami kebakaran pada Senin malam, 19 Oktober 2026. Kapolres Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo, menyatakan bahwa kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek (korsleting listrik) dan saat ini masih dalam penyelidikan.
"Penyebab diduga korsleting listrik,"
Berdasarkan keterangan saksi, salah seorang sekuriti kampus yang berada di pos jaga pada malam itu mendengar suara seperti ledakan. Setelah bergegas mengecek, sekuriti menemukan api sudah mulai membakar pohon bambu yang berada tepat di samping tembok vihara.
Evakuasi asrama dan kondisi penghuni
Lokasi vihara berdekatan dengan asrama mahasiswi, di mana kamar asrama lantai dua berada bersebelahan langsung dengan bangunan tempat ibadah yang terbakar. Menurut keterangan yang dihimpun polisi, mahasiswi melihat kobaran api keluar dari tepi atap vihara melalui jendela kamar mereka. Kepanikan sempat terjadi sehingga penghuni asrama segera berteriak meminta seluruh penghuni mengosongkan kamar dan menghubungi pengawas asrama.
Petugas pemadam kebakaran Pemkot Tomohon tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api. Sampai laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan karena asrama putri berhasil dikosongkan tepat waktu.
Peran warga dan upaya pemadaman
Warga setempat yang menyadari adanya api turut serta datang ke lokasi dan bergotong-royong memberikan bantuan awal untuk menjinakkan kobaran api sebelum damkar tiba. Selain itu, pengelola kampus juga segera dipanggil oleh sekuriti untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
- Waktu kejadian: Senin, 19 Oktober 2026, malam
- Lokasi: Kompleks Unsrit Tomohon, Kelurahan Kakaskasen II, Tomohon Utara
- Penyebab sementara: Diduga korsleting listrik (dalam penyelidikan)
- Kondisi korban: Tidak ada korban jiwa dilaporkan; asrama putri dikosongkan
Penyelidikan forensik dan imbauan
Polres Tomohon menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan mendalam dan berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulut. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan riwayat api dan titik asalnya, termasuk kemungkinan keterlibatan instalasi listrik pada bangunan yang dinyatakan telah lama tidak digunakan untuk aktivitas keagamaan sehari-hari.
Kapolres turut mengimbau kepada masyarakat dan pengelola gedung institusi pendidikan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan lama atau yang jarang digunakan.
Dampak lokal dan konteks kampus
Kebakaran ini mengingatkan kembali pentingnya kesiagaan di lingkungan kampus, khususnya pada bangunan permukiman mahasiswa dan fasilitas yang berdekatan. Meskipun vihara dilaporkan jarang dipakai untuk aktivitas keagamaan sehari-hari, keberadaan struktur seperti pohon bambu di sekitar dinding bangunan berpotensi mempercepat penyebaran api ketika terjadi percikan atau hubungan arus pendek.
Pihak kampus dan aparat keamanan daerah diharapkan melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan potensi risiko kebakaran di area asrama dan fasilitas kampus lain untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Lokasi | Vihara di Kompleks Unsrit, Kakaskasen II, Tomohon Utara |
| Tanggal | 19 Oktober 2026 (malam) |
| Penyebab sementara | Diduga korsleting listrik (dalam penyelidikan Labfor) |
| Korban | Tidak ada korban jiwa; asrama putri dievakuasi |
Polres Tomohon dan pemadam kebakaran setempat akan melanjutkan tindakan pencegahan dan penyelidikan. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan melaporkan segera setiap tanda kebakaran agar respons dapat dilakukan cepat dan risiko dampak lebih luas dapat diminimalkan.