KENDARI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari menyiagakan langkah-langkah darurat untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air bersih akibat musim kemarau panjang. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyatakan pihaknya sedang mendata wilayah yang berpotensi terdampak paling parah dan mempersiapkan fasilitas penampungan air sementara serta distribusi ke titik-titik pemukiman.
Langkah antisipasi yang disiapkan
Menurut keterangan resmi yang disampaikan Cornelius Padang pada Kamis, 20 Agustus 2026, BPBD tidak akan menyalurkan air langsung dari rumah ke rumah. Sebagai gantinya, pihaknya menyiapkan titik penampungan yang dapat diakses warga sehingga distribusi lebih efisien dan terkoordinasi.
"Kita tidak bisa menyuplai dari rumah ke rumah. Jadi perlu ada penampungan di suatu titik/kompleks sehingga masyarakat bisa mengambil air dari sana,"
Selain penentuan titik penampungan, BPBD menginventarisasi beberapa sumber dan metode distribusi yang siap dikerahkan:
- Pemanfaatan sumur pompa mandiri milik BPBD yang dianggap memiliki kualitas air baik dan siap disalurkan kepada masyarakat.
- Penampungan darurat berbahan terpal sebagai solusi cepat untuk menyimpan air bersih di lokasi strategis.
- Koordinasi lintas instansi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Balai Wilayah Sungai, apabila kondisi kemarau semakin parah.
Jangka waktu kesiapsiagaan dan kondisi saat ini
BPBD Kota Kendari menetapkan masa kesiapsiagaan bencana untuk menghadapi kekeringan selama kurang lebih dua hingga tiga bulan, terhitung mulai Agustus hingga Oktober 2026. Meski sampai saat pelaporan belum ada laporan resmi dari warga mengenai dampak kekeringan yang signifikan, BPBD memilih untuk melakukan antisipasi dini guna meminimalkan risiko menengah dan panjang bagi ketersediaan air.
Langkah antisipatif yang dilaksanakan BPBD menekankan pengelolaan distribusi yang terpusat melalui titik penampungan. Metode ini dipandang lebih efektif ketimbang upaya penyaluran langsung ke rumah karena keterbatasan sumber daya dan kebutuhan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga.
| Langkah | Fungsi |
|---|---|
| Pemanfaatan sumur pompa BPBD | Sumber air alternatif dengan kualitas dinilai baik |
| Penampungan terpal | Penyimpanan cepat dan sementara di titik strategis |
| Koordinasi lintas instansi | Penguatan logistik dan akses distribusi bila diperlukan |
Dampak lokal dan tindak lanjut
Bagi warga Kendari, kesiapsiagaan BPBD berimplikasi langsung pada akses terhadap air bersih selama musim kemarau. Penetapan titik penampungan menuntut partisipasi aktif masyarakat untuk mengikuti petunjuk pengambilan air, menjaga kebersihan lokasi penampungan, dan melaporkan bila ada penurunan kualitas air atau kebutuhan tambahan. Sementara itu, koordinasi antara BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Balai Wilayah Sungai menjadi kunci jika skala kekeringan meningkat.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait lokasi penampungan dan jadwal distribusi air. Upaya preventif sejak awal diharapkan dapat mencegah krisis yang lebih luas, terutama bagi kawasan permukiman yang biasanya mengalami tekanan pasokan air saat kemarau.
Pelaporan awal atas langkah-langkah antisipasi ini dibuat oleh Radar Kendari dan disusun berdasarkan pernyataan resmi BPBD Kota Kendari.