BAUBAU — Polres Baubau bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta instansi terkait mengintensifkan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam hingga Minggu pagi, 19–20 September 2026, untuk memantau situasi keamanan pasca pelaksanaan eksekusi lahan.
Durasi, pimpinan, dan sasaran patroli
Patroli berlangsung selama 12 jam, dimulai pukul 20.00 WITA pada Sabtu malam dan berakhir pukul 08.00 WITA keesokan paginya. Kegiatan dipimpin oleh Dantim Aiptu Firdaus Raziki dengan melibatkan personel gabungan dari Polres Baubau, TNI, Batalyon B Pelopor, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
- Jumlah total personel yang diterjunkan: 34 orang.
- Komposisi personel: 4 personel Sat Samapta Polres Baubau, 4 personel Batalyon B Pelopor, 10 personel TNI, 10 personel Sat Lantas, 4 personel Satpol PP, dan 2 personel Dinas Perhubungan.
- Alat angkut yang digunakan: 1 unit kendaraan R6, 1 unit kendaraan R4, dan 8 unit kendaraan R2.
Fokus pengawasan dan temuan lapangan
Patroli gabungan meninjau sejumlah titik yang dianggap berisiko menimbulkan gangguan keamanan, termasuk kawasan Jalan Murhum di Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, yang menjadi fokus pengawasan pasca eksekusi lahan. Selain itu, petugas juga memonitor aktivitas malam hari di Pantai Kamali, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, melalui patroli mobile.
| Lokasi | Fungsi Pengawasan |
|---|---|
| Jalan Murhum, Kel. Lanto, Kec. Batupoaro | Memastikan situasi pasca eksekusi lahan tetap aman; antisipasi potensi gangguan |
| Pantai Kamali, Kel. Wale, Kec. Wolio | Memantau aktivitas malam hari masyarakat; pencegahan gangguan Kamtibmas |
Hasil pemantauan yang dilaporkan selama operasi menunjukkan bahwa kondisi di lokasi sasaran dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan menonjol selama pelaksanaan patroli.
"Patroli KRYD merupakan upaya preventif yang dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah,"
kata Kapolres Baubau AKBP Noer Alam yang disampaikan melalui Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan.
Makna operasi bagi masyarakat Baubau
Langkah intensifikasi patroli oleh aparat gabungan menggambarkan upaya preventif aparat keamanan dalam menjaga ketertiban umum setelah peristiwa yang berpotensi memicu ketegangan sosial, yaitu eksekusi lahan. Bagi warga Baubau, patroli semacam ini memberi sinyal bahwa aparat aktif memantau titik-titik yang berpotensi menjadi sumber konflik atau gangguan malam hari.
Saat kepastian hukum terhadap suatu putusan atau pelaksanaan eksekusi berlangsung, koordinasi antara kepolisian, TNI, dan instansi pemerintah lain menjadi penting untuk mencegah eskalasi. Pelibatan unsur penegak hukum dan aparatur pemerintah daerah juga berguna untuk memastikan arus lalu lintas, keselamatan warga, dan akses layanan publik tetap terjaga.
Polres Baubau menyampaikan bahwa kegiatan KRYD bersifat preventif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, melaporkan bila melihat indikasi gangguan keamanan, dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Informasi lebih lanjut terkait jadwal patroli atau perkembangan situasi dapat diperoleh melalui saluran resmi Polres Baubau.