BPBD Perkuat Sistem Siaga dan Pemetaan Risiko
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau memperketat langkah mitigasi menanggapi kondisi El Nino yang saat ini dikategorikan kuat. Kondisi kering sudah terlihat nyata pada beberapa wilayah, terutama Kecamatan Bungi yang dilaporkan mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan. Sekretaris pelaksana sementara BPBD, Mohamad Tasdik, menyatakan perlunya antisipasi sejak dini karena karakter El Nino yang berkembang perlahan namun berdampak berkepanjangan.
"El Nino bukan bencana yang datang mendadak seperti gempa. Ia datang perlahan, dan justru di situ bahayanya, orang cenderung menganggapnya sekadar panas biasa sampai sumur mengering dan api sudah menjalar,"
Pernyataan tersebut menegaskan fokus BPBD pada kesiapsiagaan yang bersifat preventif dan responsif. Menurut rencana operasi yang disiapkan, BPBD mengaktifkan posko siaga dan sistem piket kebencanaan melalui platform terintegrasi bernama SIGAP untuk mempercepat mobilisasi petugas dan pelaporan kejadian di lapangan.
Prioritas Distribusi Air dan Perlindungan Fasilitas Vital
Salah satu konsekuensi langsung dari El Nino adalah kekurangan air bersih di sejumlah titik. Untuk itu, BPBD menyiapkan dukungan distribusi air bersama Perumda Air Minum dan pemerintah kelurahan. Prioritas distribusi difokuskan pada:
- Rumah tangga rentan
- Sekolah
- Fasilitas Kesehatan
Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak sosial dan kesehatan ketika mata air atau sumur mulai menurun. BPBD juga memutakhirkan peta wilayah terdampak hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengidentifikasi titik-titik defisit air secara lebih rinci.
Pemetaan Risiko dan Upaya Pencegahan Kebakaran
Selain defisit air, BPBD menyoroti potensi kebakaran lahan dan risiko pohon tumbang yang meningkat selama periode kering. Peta yang dimutakhirkan memuat lokasi yang rawan kebakaran, sebaran pohon berisiko tumbang, serta titik-titik dengan akses air terbatas. Upaya yang ditempuh meliputi koordinasi pemangkasan pohon di sekitar jaringan listrik bersama Dinas Lingkungan Hidup dan PLN guna mencegah gangguan kelistrikan dan risiko kebakaran.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, Polres, Kodim, serta instansi terkait lainnya. Selain penyiapan personel, aspek kesiapan armada pemadam dan akses terhadap sumber air menjadi perhatian utama agar respons cepat dapat dilakukan bila terjadi kebakaran.
Komunikasi Publik dan Kanal Pelaporan Cepat
BPBD juga meningkatkan upaya komunikasi untuk mengedukasi masyarakat agar mengurangi praktik yang meningkatkan risiko, seperti pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Patroli keliling dan sosialisasi menggunakan pengeras suara menjadi metode komunikasi yang terus dijalankan. Selain itu, kanal pelaporan cepat disiapkan untuk memastikan setiap kejadian dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
| Aspek | Tindakan BPBD |
|---|---|
| Defisit air | Distribusi air prioritas untuk rumah tangga rentan, sekolah, fasilitas kesehatan |
| Kebakaran lahan | Patroli, kesiapan armada pemadam, koordinasi antar-instansi |
| Pohon berisiko | Pemangkasan/penebangan terkoordinasi di sekitar jaringan listrik |
Dampak Jangka Panjang dan Imbauan
BPBD mengingatkan bahwa El Nino berkembang secara bertahap sehingga penting bagi masyarakat untuk tidak menyepelekan tanda-tanda kekeringan awal. Pemerintah daerah bersama instansi teknis terus memperbarui peta risiko dan memperkuat jaringan pelaporan untuk mengurangi potensi kerugian. Masyarakat diimbau:
- Hemat penggunaan air
- Menghindari pembakaran sampah atau lahan
- Melaporkan pohon berisiko tumbang atau kebocoran pipa air melalui kanal resmi
Dengan langkah-langkah tersebut, BPBD Kota Baubau berharap dampak El Nino dapat diminimalkan, khususnya terhadap kelompok rentan dan infrastruktur kritis.