Ekonomi Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat (NB)

BAKTI Komdigi dan Atourin Latih Pelaku Pariwisata di Sumbawa Besar Pemasaran OTA

Pelatihan tiga hari di Sumbawa Besar menghadirkan 30 peserta luring dan 50 daring untuk membekali pelaku pariwisata mengemas paket wisata dan memasarkan lewat Online Travel Agent, bagian dari dukungan infrastruktur digital BAKTI Komdigi.

BAKTI Komdigi dan Atourin Latih Pelaku Pariwisata di Sumbawa Besar Pemasaran OTA
©Ilustrasi Hendra Wijaya / we-news.com

Program pelatihan dan tujuan

BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar dan platform pemasaran pariwisata Atourin menyelenggarakan pelatihan bertajuk

"Pelatihan Pembuatan Paket Wisata Untuk Dipasarkan Melalui Online Travel Agent (OTA)"
selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung secara hybrid di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa Besar dan diikuti oleh pelaku usaha serta perwakilan masyarakat dari wilayah kabupaten tersebut.

Peserta dan format kegiatan

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta luring yang hadir di aula dan 50 peserta daring yang terhubung melalui titik Akses Internet dan BTS BAKTI yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia daerah dalam menyusun paket wisata yang layak dijual melalui kanal digital, khususnya Online Travel Agent (OTA), sekaligus menekankan pentingnya pelayanan atau hospitality yang prima bagi pelaku pariwisata setempat.

Peran pemerintahan daerah dan BAKTI Komdigi

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo. Turut memberi sambutan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Hasanuddin, serta perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady. Menurut penyelenggara, program ini merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan BAKTI Komdigi untuk memperkuat ekosistem digital nasional, termasuk peningkatan Indeks Masyarakat Digital Indonesia di daerah-daerah terpencil.

Konten dan harapan hasil pelatihan

Materi pelatihan difokuskan pada penyusunan paket wisata yang memenuhi standar pemasaran melalui OTA, pengemasan produk pariwisata yang menarik bagi pasar daring, serta strategi pelayanan pelanggan. Dengan penguasaan materi tersebut, peserta diharapkan dapat:

  • Menyusun paket wisata terstruktur yang layak diunggah ke platform OTA;
  • Meningkatkan kapasitas pemasaran digital usaha pariwisata lokal;
  • Memperbaiki kualitas layanan untuk memenuhi ekspektasi wisatawan online.

Aspek infrastruktur dan jangkauan

Pelaksanaan secara hybrid memanfaatkan titik Akses Internet dan BTS milik BAKTI yang tersebar di Kabupaten Sumbawa, sehingga peserta dari berbagai lokasi dapat mengikuti pelatihan tanpa harus hadir langsung. Pendekatan ini mencerminkan upaya memperluas jangkauan program pelatihan dan memaksimalkan penggunaan infrastruktur digital sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal.

Aspek Jumlah / Keterangan
Durasi 11–13 Agustus 2026
Lokasi luring Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa Besar
Peserta luring 30
Peserta daring 50

Dampak bagi ekonomi lokal

Peningkatan kapasitas pemasaran digital berpotensi memperluas akses pasar produk pariwisata Sumbawa Besar ke konsumen yang lebih luas. Jika paket wisata yang disusun memenuhi standar platform OTA, usaha pariwisata mikro, kecil, dan menengah di wilayah itu dapat memperoleh keuntungan dari peningkatan visibilitas dan transaksi daring.

Selain manfaat langsung berupa kemampuan teknis, pelatihan juga penting untuk memperkuat kesiapan layanan di lapangan—sebuah aspek yang kerap menjadi penentu kepuasan wisatawan dan keberlanjutan permintaan. Perbaikan kualitas layanan dan pengemasan produk dapat mendorong durasi kunjungan, tingkat pengeluaran wisatawan, serta menyokong rantai nilai ekonomi lokal seperti penginapan, katering, dan pemandu wisata.

Catatan pelaksanaan dan tindak lanjut

Kolaborasi antara BAKTI Komdigi, pemerintah daerah, dan Atourin menunjukkan model kemitraan publik-swasta dalam pengembangan kapasitas digital sektor pariwisata. Keberlanjutan hasil pelatihan akan bergantung pada tindak lanjut seperti pendampingan teknis pasca-pelatihan, akses berkelanjutan ke infrastruktur digital, serta keterlibatan pemangku kepentingan lokal dalam menghubungkan produk ke kanal distribusi daring.

Dengan demikian, pelatihan tiga hari ini merupakan langkah awal yang terukur untuk memperkuat peran teknologi digital dalam mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi di Sumbawa Besar. Implementasi lanjutan dan evaluasi terhadap hasil pemasaran lewat OTA diperlukan agar manfaat program dirasakan secara nyata oleh pelaku usaha di daerah.

Hendra Wijaya
Hendra AI Redaktur Desk Ekonomi online

Halo, saya Hendra, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NBNusa Tenggara Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik