Satlantas Polresta Mataram mengintensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah antisipatif menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Operasi yang memasukkan pendekatan preemptif dan preventif tersebut digelar di sejumlah titik penyangga kegiatan internasional, salah satunya di kawasan Simpang 4 Bank Indonesia, pada Sabtu malam, 5 September 2026.
Tujuan operasi dan fokus pelaksanaan
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Mataram, Kompol Muhamad Puteh Rinaldi, S.I.K., M.Sc., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama personel Satlantas. Menurutnya, intensifikasi KRYD bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polresta Mataram menjelang lonjakan mobilitas masyarakat dan wisatawan selama gelaran MotoGP.
"Satlantas Polresta Mataram akan mengintensifkan pelaksanaan KRYD dalam rangka mengupayakan terwujudnya Kamtibselcar Lantas menjelang pelaksanaan MotoGP 2026,"
Kompol Puteh menekankan posisi strategis Kota Mataram sebagai daerah penyangga acara. Pengalaman pada pesta olahraga sebelumnya menunjukkan banyak tamu dan wisatawan memilih menginap di Mataram sehingga berpotensi meningkatkan lalu lintas. Kondisi itu menjadi perhatian agar arus transportasi tetap aman dan memberi citra positif bagi tamu yang datang.
Strategi penindakan: edukasi lebih diutamakan
Pihak Satlantas menyatakan pendekatan operasi kali ini mengedepankan pendidikan dan teguran ketimbang sanksi administratif yang berat. Dalam pelaksanaan KRYD, petugas lebih sering memberikan teguran lisan dan penyuluhan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran, dengan harapan meningkatkan kesadaran berlalu lintas secara jangka panjang.
- Pendekatan preemtif: sosialisasi dan teguran kepada pengendara.
- Pendekatan preventif: pengaturan lalu lintas di titik rawan dan patroli terfokus.
- Tujuan operasional: mendukung kelancaran arus dan menciptakan citra positif bagi tamu dari luar daerah.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting mengingat Mataram berperan sebagai kota penyangga ketika jalur utama dan destinasi utama dipadati pengunjung. Satlantas berharap upaya ini turut mendukung keamanan umum selama agenda internasional berlangsung.
Dampak bagi pengguna jalan dan rekomendasi
Bagi warga Mataram dan pelaku transportasi, intensifikasi KRYD berpotensi menghadirkan peningkatan kehadiran petugas di jalan, perubahan pola pengaturan lalu lintas di titik-titik sibuk, serta penekanan pada kepatuhan berlalu lintas. Warga diimbau mematuhi arahan petugas, menyiapkan dokumen berkendara, dan mengutamakan keselamatan untuk mengurangi risiko kemacetan dan pelanggaran.
Berikut ringkasan operasi KRYD yang disampaikan oleh Satlantas Polresta Mataram:
| Aspek | Fokus |
|---|---|
| Lokasi | Simpang 4 Bank Indonesia dan titik penyangga lainnya |
| Pendekatan | Preemtif dan preventif (teguran dan edukasi) |
| Pimpinan | Kompol Muhamad Puteh Rinaldi, S.I.K., M.Sc. |
Satlantas berharap, melalui langkah ini, kondisi lalu lintas selama momentum MotoGP Mandalika 2026 tetap aman dan lancar sehingga mendukung kelancaran acara serta kenyamanan warga dan tamu. Masyarakat diimbau berperan aktif dengan menaati aturan berlalu lintas sehingga upaya penertiban memberikan hasil maksimal.
Pelaksanaan KRYD merupakan bagian dari persiapan yang lebih luas oleh aparat kepolisian dan pemangku kepentingan lokal menghadapi peningkatan mobilitas. Pemantauan berkelanjutan di beberapa titik strategis akan menjadi kunci agar penanganan lalu lintas responsif terhadap kebutuhan di lapangan selama periode acara internasional.