Makassar — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan secara resmi melepas ratusan santri yang akan mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Malang. Acara pelepasan berlangsung di pelataran Terminal Penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada 19 September 2026 dan berlangsung hangat dengan kehadiran pengurus serta panitia wilayah.
Rombongan besar berangkat melalui jalur laut dan darat
Kontingen berangkat menggunakan kapal laut KM Dharma Rucitra 5 ke Surabaya, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi kemah. Kepastian rute ini disampaikan dalam penyelenggaraan yang didasari surat resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) PWM Sulsel tertanggal 17 September 2026.
Jumlah peserta keseluruhan tercatat lebih dari 250 orang, dengan komposisi 210 santri yang dibagi ke dalam 21 regu, serta pendamping, pembina, dan unsur panitia wilayah yang menyertai perjalanan.
Asal pesantren dan kekuatan kontingen
Para santri yang diberangkatkan berasal dari delapan pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Sulsel. Keberagaman asal ini menunjukkan jangkauan program pembinaan ke pesantren di beberapa kabupaten/kota.
| Pesantren | Lokasi |
|---|---|
| Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara | Makassar |
| Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah | Makassar |
| Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia | Pinrang |
| Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo | Luwu Utara |
| Aisyiyah Boarding School (ABS) | Pinrang |
| Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece | Enrekang |
| Pesantren Darul Fallah Muhammadiyah Bissoloro | Gowa |
| Muhammadiyah Boarding School (MBS) Rappang | Sidrap |
Dukungan logistik dan apresiasi panitia
Ketua panitia wilayah, H. Muhammad Al Ghazali, Lc., menyampaikan penghargaan kepada pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Makassar atas dukungan fasilitas yang diberikan untuk keberangkatan kontingen. Menurut panitia, Pelindo telah beberapa kali memfasilitasi kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Sulsel, sehingga proses keberangkatan berjalan lancar.
- Jumlah peserta: lebih dari 250 orang;
- Santri: 210 orang dalam 21 regu;
- Asal: delapan pesantren Muhammadiyah/’Aisyiyah di Sulsel;
- Rute: laut (KM Dharma Rucitra 5) menuju Surabaya, dilanjutkan darat ke Pujon, Malang.
Persiapan dan makna kegiatan
Keberangkatan ini merupakan puncak dari rangkaian persiapan yang telah dilaksanakan oleh panitia wilayah dan masing-masing pesantren. KSMN II menjadi ajang bagi para santri untuk berkompetisi, berkemah, serta memperkuat jaringan nasional antar-pesantren Muhammadiyah. Selain aspek kompetisi, kegiatan seperti ini kerap menekankan pendidikan karakter, kepemimpinan, dan penguatan solidaritas antar-santri dari berbagai daerah.
Adanya pengawalan pendamping dan pembina sepanjang perjalanan juga dimaksudkan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan peserta selama mobilisasi lintas pulau. Panitia wilayah sebelumnya mengatur agenda, logistik, serta pembagian regu agar kegiatan di lokasi tujuan berjalan terstruktur.
Kontribusi lokal terhadap acara nasional
Peristiwa ini menunjukkan sinergi antara organisasi massa keagamaan, pesantren, dan pihak swasta/pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan berjangkauan nasional. Fasilitas pelabuhan yang disediakan mempermudah mobilitas kontingen dari Sulsel, sementara pengorganisasian oleh PWM Sulsel menjadi contoh koordinasi antarlembaga untuk tujuan pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren.
Keberangkatan rombongan ini akan diikuti rangkaian kegiatan selama beberapa hari di Coban Rondo yang menjadi tempat pelaksanaan KSMN II. Dampak kegiatan diharapkan tidak hanya pada capaian prestasi para peserta, tetapi juga pada pengembangan kapasitas pembina dan jaringan antar-pesantren yang kelak dapat memperkuat program pendidikan pesantren di tingkat regional.
Seluruh proses keberangkatan dan perjalanan akan menjadi perhatian panitia dan pihak terkait hingga rombongan kembali ke Sulsel, untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan partisipasi dalam ajang nasional tersebut.