PALOPO — SMP Negeri 3 Palopo menjadi tuan rumah pelaksanaan Garena Young Champion 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar tidak hanya dari Kota Palopo tetapi juga dari beberapa daerah lain di Provinsi Sulawesi Selatan.
Wadah pengembangan bakat dan karakter
Penyelenggaraan turnamen esports tingkat pelajar itu dimaksudkan sebagai sarana menyalurkan bakat, sekaligus mengasah kemampuan strategis dan kerja tim peserta. Kepala SMP Negeri 3 Palopo, H. Basri, pada acara pembukaan menekankan pentingnya memandang esports sebagai aktivitas yang menuntut kedisiplinan, strategi, komunikasi, dan ketahanan mental.
"Melalui ajang Garena Young Champion, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif,"
Menurut Basri, transformasi dunia digital menuntut sekolah dan orang tua untuk memberikan ruang yang terkontrol bagi anak-anak agar kemampuan mereka berkembang secara sehat. Ia juga menekankan bahwa turnamen seperti ini sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun jiwa kepemimpinan, sportivitas, dan rasa saling menghargai.
Peserta dan tujuan kompetisi
Panitia menyatakan penyelenggaraan berskala lokal ini menjadi bagian dari tahapan menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Para pemenang pada putaran lokal di Palopo berpeluang melanjutkan perjuangan ke tingkat yang lebih luas, termasuk kualifikasi regional atau nasional, sesuai skema Garena Young Champion.
- Peserta: pelajar SMP dari Kota Palopo dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan.
- Tujuan: menyalurkan bakat, meningkatkan skill esports, serta menumbuhkan sportivitas.
- Manfaat: pengalaman bertanding, pembelajaran kerja tim, dan peluang jenjang kompetisi lebih tinggi.
Panitia menekankan aturan perilaku peserta selama kompetisi. Selain aspek teknis permainan, nilai-nilai seperti kejujuran, etika bertanding, dan menjaga nama baik sekolah menjadi poin penting yang terus diingatkan kepada seluruh atlet muda.
Dampak lokal dan tantangan
Bagi sekolah penyelenggara, acara ini menjadi ajang promosi sekaligus tantangan logistik. Penyelenggaraan kompetisi esports di lingkungan sekolah menuntut kesiapan sarana, fasilitas jaringan internet, serta pengawasan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Sekolah juga harus menyeimbangkan antara waktu kompetisi dan kelanjutan kegiatan akademik agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
| Asal peserta | Keterangan |
|---|---|
| Kota Palopo | Sekolah-sekolah setempat mengirimkan tim |
| Daerah lain di Sulsel | Peserta datang dari beberapa kabupaten/kota di provinsi |
Orangtua dan guru yang hadir pada hari perlombaan menyambut positif adanya alternatif kegiatan yang menyalurkan minat digital anak-anak. Namun mereka juga mendorong agar pelaksanaan terus diawasi dan dikombinasikan dengan pembelajaran mengenai penggunaan teknologi yang sehat.
Dengan menjadi tuan rumah, SMP Negeri 3 Palopo mendapatkan pengalaman baru dalam penyelenggaraan acara berskala lebih besar, sekaligus memfasilitasi siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang yang kini berkembang pesat. Penyelenggaraan yang tertib dan menekankan nilai-nilai sportif diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain yang ingin mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang.