Pengurus Baru Dilantik, Fokus pada Tata Kelola dan Pelayanan
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo A. Makmur, meminta pengurus baru Badan Pelaksana Masjid Agung Baiturrahman Limboto memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah. Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepengurusan periode 2026–2029 dilakukan pada Jumat, 4 September 2026.
Dalam arahannya, Sugondo menyatakan harapan agar pengurus baru menjadikan aspirasi jamaah sebagai dasar perencanaan program kerja. Menurutnya, peran masjid lebih luas daripada sekadar tempat ibadah; masjid berfungsi sebagai pusat peradaban dan kegiatan keagamaan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
"Masjid Agung Baiturrahman Limboto bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan kegiatan keagamaan masyarakat Kabupaten Gorontalo. Karena itu, pengurus yang baru diharapkan dapat meningkatkan tata kelola masjid, menjaga dan memelihara fasilitas, serta semakin memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan keumatan,"
Sugondo juga mengingatkan agar program-program yang telah berjalan di masa kepengurusan sebelumnya tetap dilanjutkan jika terbukti bermanfaat, sementara kelemahan-kelemahan disempurnakan melalui perencanaan yang lebih matang.
Nama Pengurus dan Tugas Awal
Kepengurusan Masjid Agung Baiturrahman periode 2026–2029 resmi dipimpin oleh:
- Ketua: H. Mohamad Kadir
- Sekretaris: H. Ramli DJ. Talalu
- Bendahara: Yusran Abdullah Tuna
Usai penyerahan SK, Sugondo menegaskan pentingnya perencanaan program yang baik agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan harapan. Ia pula mendorong pengurus untuk menjaga dan memelihara fasilitas masjid serta memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keumatan.
Komunikasi Intensif dengan Jamaah
Salah satu pesan kunci dari Sekretaris Daerah adalah perlunya komunikasi yang intensif antara pengurus dan jamaah. Sugondo menilai masukan dari jamaah penting untuk mengetahui kondisi layanan, suasana, dan fasilitas yang ada sehingga pengurus dapat menindaklanjuti sesuai kebutuhan.
"Perbanyak silaturahmi dengan jemaah agar aspirasi mereka dapat terekam dengan baik. Apa yang menjadi masukan jemaah kemudian kita upayakan untuk diwujudkan. Jemaah juga memiliki peran penting dalam memberikan masukan terkait suasana, fasilitas, pelayanan, hingga tata kelola Masjid Agung Baiturrahman Limboto,"
Imbauan ini menekankan aspek partisipatif dalam pengelolaan masjid, di mana keberlanjutan program diharapkan lahir dari dialog antara pengurus dan komunitas jamaah setempat.
Data Singkat Kepengurusan
| Periode | Ketua | Sekretaris | Bendahara |
|---|---|---|---|
| 2026–2029 | H. Mohamad Kadir | H. Ramli DJ. Talalu | Yusran Abdullah Tuna |
Penekanan pada kesinambungan program, perbaikan tata kelola, dan perbaikan fasilitas memberi sinyal arah kerja pengurus baru dalam beberapa tahun ke depan. Bagi jamaah dan warga Limboto, perubahan kepengurusan menjadi momen untuk mengevaluasi pelayanan ibadah, kegiatan keagamaan, dan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial keagamaan.
Sekretaris Daerah mengingatkan pula agar pengurus baru tidak mengabaikan berbagai program yang telah berjalan. Program yang baik perlu dilanjutkan dan dikembangkan, sedangkan kekurangan disempurnakan melalui perencanaan matang. Pernyataan ini menegaskan harapan agar masa kepengurusan baru mampu menyeimbangkan inovasi dengan kelanjutan pelayanan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan amanah tersebut, perhatian publik kini tertuju pada pelaksanaan program kerja pengurus baru serta bagaimana komunikasi dan partisipasi jamaah dapat diperkuat demi tercapainya pengelolaan masjid yang lebih baik di Limboto.