Kunjungan dan tujuan
GORONTALO — Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, melakukan kunjungan ke PT Royal Coconut di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa, 11 Agustus 2026. Kunjungan dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail beserta pimpinan OPD Provinsi Gorontalo.
Kapasitas produksi pabrik
Pada kesempatan itu, Direktur PT Royal Coconut, Jefri Yakobus, menjelaskan kapasitas pabrik saat ini yakni pengolahan bahan baku hingga 400 ton. Dari pengolahan 40 ton kelapa per hari, pabrik dapat menghasilkan beberapa produk olahan sebagai berikut:
| Input harian | Produk | Output per hari |
|---|---|---|
| 40 ton kelapa | Minyak kelapa | 10 ton |
| 40 ton kelapa | Air kelapa | 10 ton |
| 40 ton kelapa | Santan kelapa | 15 ton |
Peluang pasar dan kebutuhan kerjasama
Jefri menyampaikan keterbukaan perusahaan terhadap kerja sama untuk memasarkan produk, terutama minyak kelapa, meskipun saat ini pasokan untuk pasar Timur Tengah—termasuk Uni Emirat Arab—masih didominasi oleh pemasok dari India. Ia juga menegaskan kebutuhan dukungan ketersediaan lahan tanam sebagai bagian dari upaya hilirisasi yang berkelanjutan.
"Intinya kami sangat welcome cuma memang produk yang kami tawarkan seperti minyak kelapa di Timur Tengah khususnya di Uni Emirat Arab itu mereka suplainya dari India, tetapi menyangkut lagi tentang kerja sama itu akan kita tindaklanjuti dengan Pemprov,"
Pemerintah Provinsi Gorontalo menurut sumber telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk program pengembangan kelapa seluas 10.000 hektar yang diproyeksikan mulai berproduksi dalam dua tahun mendatang. Langkah ini dipandang penting untuk menopang pasokan bahan baku bagi industri pengolahan lokal.
Permintaan Dubes UEA dan langkah lanjutan
Di akhir kunjungan, Dubes Abdulla Salem Aldhaheri mengharapkan adanya kolaborasi antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah dalam bentuk proposal terpadu yang dapat dipresentasikan ke kedutaan. Menurut pernyataan yang diterima, Dubes bersedia membantu menkoneksikan investor dari Emirat Arab untuk menarik modal ke pengembangan hilirisasi kelapa di Gorontalo.
- Penyusunan proposal komprehensif oleh PT Royal Coconut bersama Pemprov Gorontalo untuk diajukan ke Kedubes UEA.
- Skema ketersediaan lahan dan dukungan teknis terkait rencana pengembangan 10.000 hektar kelapa.
- Identifikasi kebutuhan investasi, termasuk perluasan kapasitas atau standar mutu untuk pasar ekspor Timur Tengah.
Permintaan Dubes tersebut membuka peluang pemasaran produk olahan kelapa Gorontalo di pasar internasional sekaligus menuntut kesiapan administratif dan teknis dari kedua belah pihak. Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi meningkatkan nilai tambah untuk komoditas kelapa, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat rantai pasok lokal.
Implikasi bagi pengembangan daerah
Untuk Gorontalo, penguatan hilirisasi kelapa bukan hanya soal ekspor. Program pengembangan 10.000 hektar yang dikaitkan dengan kapasitas pabrik seperti PT Royal Coconut berimplikasi pada:
- Peningkatan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan lokal.
- Peluang penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan dan distribusi.
- Perluasan akses pasar melalui koneksi investor asing yang dapat mendukung investasi teknologi dan standar ekspor.
Kunjungan Dubes UEA menjadi indikator awal minat pasar internasional terhadap hilirisasi kelapa Gorontalo. Realisasi manfaat ekonomis bergantung pada langkah nyata dalam penyusunan proposal, penataan lahan, dan kesiapan industri untuk memenuhi permintaan serta standar pasar tujuan.