Sehari setelah peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo untuk meninjau pelaksanaan program prioritas pendidikan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Inspeksi lapangan dan dialog
Kunjungan diawali dengan pemeriksaan kondisi fisik dan proses revitalisasi di SDN 1 Limboto, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto. Sekolah negeri ini mendapat dukungan dari APBN Tahun 2026 untuk memperbaiki fasilitas belajar agar lebih aman dan mendukung proses pembelajaran.
| Item | Rincian |
|---|---|
| Nilai bantuan APBN | Rp852.646.867 |
| Periode pengerjaan | 4 Juli–4 Desember 2026 |
Selain meninjau fisik bangunan, Wamen Fajar berdialog dengan pengelola sekolah, guru, dan kepala dinas pendidikan setempat untuk menghimpun masukan terkait hambatan pelaksanaan proyek dan kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran.
Penekanan pada kesejahteraan dan kompetensi guru
Dalam pertemuan di Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Fajar menyoroti pentingnya penguatan kompetensi guru melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan upaya pemerintah memperbaiki mekanisme pembayaran tunjangan profesional. Menurutnya, kedua aspek itu saling terkait dan harus berjalan beriringan agar tujuan peningkatan mutu pembelajaran tercapai.
"Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan kebijakan, tetapi juga mendengar langsung suara Bapak dan Ibu guru. Kebijakan harus berangkat dari keadaan nyata dan memudahkan guru menjalankan tugasnya,"
Fajar mengatakan pemerintah memperkuat penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru PNS daerah dengan target penyerahan berkala setiap bulan pada 2026. Perubahan tersebut dimaksudkan agar hak guru tersalurkan lebih cepat dan administrasi menjadi lebih efisien.
Agenda kunjungan dan prosesi lokal
Kunjungan resmi Wamen turut diwarnai oleh prosesi adat Mopotilolo yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Gorontalo, sebagai bentuk penghormatan budaya terhadap tamu. Selanjutnya, rangkaian kegiatan meliputi dialog bersama guru dan kepala sekolah di kantor provinsi serta pertemuan dengan pimpinan universitas untuk membahas peran perguruan tinggi dalam menyiapkan guru profesional.
- Peninjauan SDN 1 Limboto terkait Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
- Dialog dengan sivitas Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan mahasiswa PPG.
- Pertemuan bersama guru dan kepala sekolah untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan.
Dampak lokal dan tindak lanjut
Pemeriksaan proyek revitalisasi dan pertemuan lintas lembaga diharapkan mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas serta meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana APBN. Selain itu, penekanan pada penyaluran TPG setiap bulan dapat meningkatkan kepastian penghasilan bagi guru PNS daerah, yang berdampak pada kesejahteraan tenaga pendidik dan kemampuan mereka dalam fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Pemerintah daerah setempat, melalui Wakil Bupati Gorontalo, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmen untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program. Pejabat daerah menilai momen kunjungan sebagai peluang mempererat sinergi pusat-daerah serta menyelaraskan program nasional dengan kebutuhan konkret di sekolah-sekolah.
Apa yang perlu diperhatikan kepala sekolah dan guru
Bagi kepala sekolah dan tenaga kependidikan, beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan manfaat program yaitu:
- Memastikan dokumen administrasi proyek dan kebutuhan sekolah terekam dengan baik untuk memperlancar pencairan dana dan pengawasan.
- Mengoptimalkan koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota agar tindak lanjut perbaikan sarana dapat segera dilaksanakan.
- Memantau informasi resmi tentang mekanisme penyaluran TPG agar hak profesional diterima tepat waktu.
Kunjungan Wamen Fajar menegaskan fokus pemerintah pusat pada peningkatan mutu pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana dan penguatan kesejahteraan guru. Langkah selanjutnya bergantung pada implementasi di tingkat daerah dan respons cepat dari pengelola satuan pendidikan untuk memastikan manfaat kebijakan terasa langsung oleh peserta didik.