Terminal baru untuk meningkatkan pelayanan transportasi di Limboto
TERMINAL Tipe B Limboto di Kabupaten Gorontalo resmi dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Kamis, 19 September 2026. Peresmian yang bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Pembangunan terminal yang pertama kali dimulai oleh Pemprov Gorontalo pada 2024 itu kini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang pelayanan publik. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, menyatakan harapannya agar terminal dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat Provinsi Gorontalo.
Fasilitas yang tersedia
Menurut laporan, ruang terminal menyediakan fasilitas yang dirancang untuk kenyamanan dan keamanan penumpang. Fasilitas tersebut antara lain:
- Ruang tunggu ber-AC (air conditioner);
- Jalur khusus untuk disabilitas;
- Tempat salat, toilet, dan aula pertemuan;
- Ruang kantor dan stan UMKM;
- Penempatan CCTV di beberapa lokasi untuk pemantauan keamanan.
Di luar gedung terminal, area dimanfaatkan untuk parkir dan pelayanan moda tradisional serta antar kota. Laporan menyebutkan tersedianya tempat khusus bagi bentor (becak motor), area parkir untuk angkutan sewa khusus, serta lokasi transit untuk angkutan kota antar provinsi.
"Saya tidak meminta banyak, satu saja, tolong jaga dan rawat kebersihannya. Terminal ini tempat publik dan pelayanan umum, jadi harus ditata dengan baik,"
Kutipan di atas disampaikan oleh Gubernur Gusnar Ismail saat meresmikan operasional terminal. Pernyataan itu menegaskan harapan pemerintah agar fasilitas baru tersebut dipelihara oleh masyarakat dan pengelola.
Pendanaan bertahap dan rencana pemanfaatan lahan
Pembangunan Terminal Tipe B Limboto dilaksanakan dalam tiga tahap sejak 2024 hingga 2026 dengan alokasi anggaran yang tercatat sebagai berikut:
| Tahun | Alokasi Anggaran (Rp) |
|---|---|
| 2024 (Tahap I) | Rp3,9 miliar |
| 2025 (Tahap II) | Rp10,2 miliar |
| 2026 (Tahap III) | Rp1,7 miliar |
Sisa lahan yang belum dimanfaatkan di kompleks terminal rencananya akan ditawarkan kepada pihak ketiga untuk pembangunan fasilitas penunjang, seperti kafetaria. Rencana ini dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo sebagai bentuk pengelolaan aset publik yang berkelanjutan.
Dampak terhadap pelayanan dan komunitas transportasi
Peresmian terminal diharapkan meningkatkan keteraturan dan kenyamanan pelayanan angkutan umum di wilayah Limboto dan sekitarnya. Dengan tersedianya ruang tunggu ber-AC, jalur disabilitas, serta stan UMKM, terminal tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung kegiatan ekonomi lokal.
Selain itu, keberadaan area parkir untuk bentor dan angkutan sewa khusus memfasilitasi para pelaku transportasi tradisional dan modern untuk beroperasi lebih teratur. Pemasangan CCTV dan ruang kantor diharapkan memperkuat manajemen operasional serta aspek keamanan di lingkungan terminal.
Sekalipun peresmian menandai operasionalisasi, pemerintah provinsi mengingatkan perlunya partisipasi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjaga kebersihan dan fasilitas agar fungsi terminal sebagai fasilitas publik dapat berkelanjutan.
Dengan dikeluarkannya fasilitas dan rencana pengembangan lahan, Terminal Tipe B Limboto diproyeksikan menjadi salah satu simpul transportasi yang mendukung konektivitas darat di Provinsi Gorontalo.