Evakuasi Tim Gabungan; Ular Berbisa Diamankan Sebelum Jenazah Diangkat
Seorang wanita bernama Aam Amelia (45), warga Kampung Lembur Luhur, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, ditemukan tewas di dasar sumur sedalam 12 meter pada Rabu, 12 Agustus 2026. Saat ditemukan, tubuh korban terlilit ular kobra sehingga proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam.
Penemuan jenazah berlangsung ketika seorang warga hendak mengambil air di sumur dan melihat bagian tubuh mengambang. Informasi tersebut kemudian dilaporkan sehingga menggerakkan respon cepat dari berbagai instansi.
Koordinasi Banyak Instansi
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), tenaga kesehatan, aparatur pemerintah, dan warga setempat. Sebelum menurunkan petugas ke dasar sumur, tim lebih dulu mengamankan ular kobra agar proses pengangkatan jenazah tidak membahayakan penyelamat.
"Petugas Damkar bersama BPBD bergerak ke lokasi kejadian dan informasi itu benar hingga berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polisi, BPBD, Damkar Kota, Kabupaten Tasikmalaya, Puskesmas, PMI, aparatur pemerintah,"
Perintah pengamanan ular dan persiapan alat keselamatan termasuk perangkat pernapasan menjadi prasyarat sebelum petugas turun ke dalam sumur dalam upaya mengevakuasi jenazah.
Diduga Jatuh ke Sumur dan Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan warga, korban masuk ke dalam sumur merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Roni menambahkan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan sudah mengeluarkan bau tak sedap, yang menunjukkan korban kemungkinan telah berada di dalam sumur lebih dari satu hari.
Penemuan kasus seperti ini menimbulkan perhatian soal keselamatan sumur warga dan pengawasan terhadap anggota masyarakat yang rentan. Warga dan pihak berwenang setempat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap akses ke sumur terbuka serta memastikan tindakan preventif bagi ODGJ di lingkungan masing-masing.
Dampak Lokal dan Langkah Ke Depan
Peristiwa ini membuka kembali perbincangan tentang beberapa hal yang relevan bagi masyarakat Tasikmalaya:
- Pentingnya perlindungan dan pengamanan sumur tradisional yang masih banyak digunakan warga.
- Koordinasi antarlembaga dalam penanganan kejadian darurat yang melibatkan hewan berbisa.
- Perlunya program pemantauan dan pelayanan bagi penduduk yang mengalami gangguan jiwa agar tidak terabaikan di lingkungan.
Ular kobra yang mengikat jenazah kemudian diamankan dan dibawa ke UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Polisi setempat bersama instansi terkait melanjutkan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan mekanisme kejadian sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
| Instansi Terlibat | Peran |
|---|---|
| Damkar | Evakuasi dan penanganan ular berbisa |
| BPBD | Koordinasi penanggulangan bencana lokal |
| Basarnas, TNI, Polri, PMI, Puskesmas | Penunjang evakuasi, keamanan, dan pelayanan kesehatan |
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Tasikmalaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko alam dan keselamatan lingkungan rumah tangga. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif melaporkan kondisi warga yang rentan dan potensi bahaya lingkungan agar kejadian serupa dapat dicegah.
Berita ini disusun berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan keterangan aparat setempat pada Rabu, 12 Agustus 2026.