Penindakan di Bandara
Satuan keamanan Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru bersama tim Ditresnarkoba Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika pada Kamis, 13 Agustus 2026. Seorang pria berinisial AY (36) ditangkap setelah petugas Aviation Security (Avsec) menemukan barang mencurigakan pada pemeriksaan X-ray koper yang dibawa tersangka.
Tim gabungan kemudian membuka dan memeriksa koper tersebut. Di antara tumpukan pakaian, anggota menemukan lima bungkus besar yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Setelah ditimbang, total berat kotor barang bukti sekitar 1 kilogram.
Koordinasi dan proses penangkapan
Petugas Avsec mengamankan AY di area boarding dan segera berkoordinasi dengan Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau untuk pemeriksaan lanjutan. Dari hasil penggeledahan, barang bukti utama ditemukan terselip di antara lima pasang celana jeans yang berada dalam koper.
"Petugas Avsec menemukan koper yang mencurigakan saat dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray. Setelah diamankan dan diperiksa bersama tim, ditemukan lima bungkus diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam lipatan celana jeans,"
Kutipan di atas disampaikan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha, saat menjelaskan kronologi pengungkapan kepada wartawan.
Pengakuan awal dan barang bukti pendukung
Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku membawa narkotika tersebut dari Aceh menuju Pekanbaru dengan angkutan bus. Rencana selanjutnya, menurut pengakuan itu, ialah meneruskan perjalanan udara menuju Jakarta.
Selain lima bungkus diduga sabu, polisi menyita beberapa barang bukti lain yang berkaitan dengan identitas dan rencana perjalanan tersangka, yaitu:
- satu unit telepon seluler;
- KTP;
- SIM C;
- boarding pass;
- paspor.
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Jenis barang | Diduga narkotika jenis sabu |
| Jumlah bungkus | 5 bungkus |
| Berat kotor | ± 1 kilogram |
| Metode pengiriman | Diselipkan dalam lipatan celana jeans di dalam koper |
| Rute yang disebut tersangka | Aceh → Pekanbaru (bus) → Jakarta (pesawat) |
Status penyidikan dan dampak lokal
Tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan penyidikan. Polda Riau menyatakan masih melakukan pendalaman untuk menelusuri asal-usul barang dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran.
Penindakan ini menyoroti peran penting petugas Avsec dalam deteksi dini potensi tindak pidana di fasilitas transportasi udara. Di sisi lain, kejadian tersebut mengingatkan adanya jalur peredaran narkotika yang memanfaatkan rute antarprovinsi dan kombinasi moda transportasi, dari darat menuju udara.
Bagi masyarakat Pekanbaru, pengungkapan pada titik lalu lintas seperti bandara menegaskan pentingnya pengawasan keamanan publik dan koordinasi antarinstansi penegak hukum untuk menekan peredaran narkotika yang dapat berdampak pada aspek kesehatan dan ekonomi lokal.
Polisi belum mengumumkan pasal yang dikenakan terhadap tersangka maupun jadwal gelar perkara. Pengungkapan selanjutnya akan diumumkan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan terhadap jaringan yang mungkin terlibat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kontrol ketat pada akses transportasi publik tetap menjadi aspek krusial dalam pencegahan masuknya barang terlarang ke wilayah Riau dan distribusi lebih luas ke pulau lainnya.