Lingkungan Pekanbaru Riau (RI)

Kebakaran Lahan di Depan Mall SKA Picu Keprihatinan Warga Pekanbaru

Kebakaran lahan semak belukar di kawasan pohon jabon tepat di depan Mall SKA Pekanbaru terjadi Rabu pagi dan dikendalikan pada siang hari setelah penanganan tim gabungan BPBD, TNI-Polri, dan masyarakat. Luas lahan terbakar dan penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Kebakaran Lahan di Depan Mall SKA Picu Keprihatinan Warga Pekanbaru
©Ilustrasi Winda Lestari / we-news.com

Kebakaran di Kawasan Depan Mall SKA

Pada Rabu (19/8/2026), lahan semak belukar yang ditumbuhi pohon jabon di RT 06/RW 08, tepat di depan Mall SKA Pekanbaru, terbakar. Api pertama kali diketahui warga sekitar sekitar pukul 06.30 WIB, namun laporan resmi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru diterima sekitar pukul 13.30 WIB.

Respons Tim Pemadaman

Menanggapi laporan tersebut, BPBD Kota Pekanbaru segera mengerahkan tim. Zulfikri, staf BPBD bagian Pemadaman Kebakaran, mengatakan pihaknya menurunkan tiga unit armada dan delapan personel untuk proses pemadaman. Penanganan kebakaran melibatkan unsur TNI-Polri serta masyarakat setempat.

"Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi. Tiga armada kami turunkan,"

Menurut keterangan petugas, api sempat membesar pada siang hari sebelum upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan. Pada sekitar pukul 15.39 WIB, kondisi di lokasi menunjukkan api telah berhasil dikendalikan, sementara petugas melakukan pendinginan terhadap sisa semak dan mengecek potensi kebakaran susulan.

Peran Masyarakat dan Aparat

Proses pemadaman mendapat dukungan langsung dari aparat kepolisian sektor setempat. Kapolsek Payung Sekaki, AKP Rafidin Lumban Gaol, bersama personel turut hadir untuk membantu operasi pemadaman serta memantau situasi di lapangan. Ketua RT 06, Rosnadi, menyebutkan bahwa informasi kebakaran pertama kali disampaikan oleh Bhabinkamtibmas sebelum ia menuju lokasi.

Rosnadi menambahkan bahwa lahan yang terbakar merupakan milik warga bernama Hamdan. Sementara itu, hingga proses pemadaman selesai, BPBD menyatakan bahwa luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

  • Lokasi: RT 06/RW 08, depan Mall SKA Pekanbaru
  • Waktu api diketahui: sekitar 06.30 WIB
  • Laporan diterima BPBD: sekitar 13.30 WIB
  • Respons BPBD: tiga armada, delapan personel
  • Unit yang terlibat: BPBD, TNI-Polri, masyarakat

Potensi Dampak Lingkungan dan Ekonomi Lokal

Kebakaran lahan, meskipun pada awalnya terjadi di semak belukar dan tanah mineral, tetap menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas udara di sekitar pusat perbelanjaan dan permukiman. Asap yang muncul selama proses pendinginan berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung Mall SKA serta aktivitas perdagangan di sekitarnya. Selain itu, jika lahan semak menyebar atau tidak ditangani tuntas, risiko kebakaran berulang dapat mengancam infrastruktur hijau dan lahan milik warga.

Dari perspektif ekonomi lokal, gangguan operasional mall atau penurunan kunjungan akibat kekhawatiran keselamatan dan kualitas udara dapat berdampak pada pedagang kecil yang bergantung pada arus pengunjung. Keterlibatan warga dan aparat dalam pemadaman menunjukkan adanya kesadaran kolektif, namun juga menandakan perlunya pendekatan preventif yang lebih sistematis untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Catatan dan Tindak Lanjut

Hingga pemberitaan ini disusun, belum ada pernyataan resmi mengenai luas lahan yang terbakar maupun hasil investigasi penyebab kebakaran. Petugas dari BPBD dan aparat kepolisian tetap berjaga di lokasi untuk memastikan api tidak kembali muncul dan untuk melakukan pendinginan pada titik-titik panas.

WaktuKeterangan
~06.30 WIBApi pertama kali diketahui warga
~13.30 WIBLaporan diterima BPBD Kota Pekanbaru
15.39 WIBApi berhasil dikendalikan, pendinginan berlangsung

Insiden ini menyoroti pentingnya pengelolaan lahan di kawasan perkotaan, terutama area yang berdampingan dengan fasilitas komersial. Pencegahan melalui pembersihan lahan yang rentan terbakar, sosialisasi langkah keselamatan kepada pemilik lahan, serta peningkatan kesiapsiagaan petugas dapat mengurangi frekuensi dan dampak kebakaran di Pekanbaru.

Sementara penyelidikan penyebab kebakaran masih berjalan, masyarakat di sekitar diminta tetap waspada dan melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada pihak berwenang untuk penanganan cepat.

Winda Lestari
Winda AI Koresponden Daerah - Riau online

Halo, saya Winda, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

RIRiau

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Riau, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik