Realisasi PAD dan kontribusi sektor utama
Pekanbaru — Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif hingga Juli 2026. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, T. Denny Muharpan, menyatakan capaian tersebut tercatat dari beberapa sektor pajak perkotaan yang mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Untuk pajak makanan minum, tumbuh 30 persen disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,"
Menurut data Bapenda yang dipaparkan pada Senin, 17 Agustus 2026, penerimaan dari pajak makanan dan minuman mencapai Rp105 miliar untuk periode Januari–Juli 2026. Sektor ini menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan dibandingkan sektor lain.
Sektor lain: air tanah, reklame, dan parkir
Selain makanan dan minuman, beberapa sektor lain juga menunjukkan capaian yang signifikan. Pajak air tanah melaporkan penerimaan hingga Rp16 miliar dengan pertumbuhan mencapai 143 persen dari target. Sementara itu, pajak reklame tercatat sebesar Rp39 miliar, yang berarti mencapai 96 persen dari target tahunan yang ditetapkan untuk 2026.
Untuk pajak parkir, Bapenda melaporkan pertumbuhan sekitar 40 persen pada periode yang sama. Secara kumulatif, penerimaan dari seluruh sektor pajak hingga Juli 2026 tercatat lebih dari Rp700 miliar.
Implikasi fiskal dan lingkungan
Realisasi PAD yang meningkat menunjukkan upaya optimalisasi penerimaan daerah berjalan efektif pada paruh pertama 2026. Kenaikan pada sektor makanan dan minuman serta reklame mencerminkan aktivitas ekonomi perkotaan yang tetap tinggi. Namun, lonjakan pada pajak air tanah menimbulkan dua catatan penting yang relevan bagi perencanaan kota.
- Secara fiskal, peningkatan penerimaan memberi ruang bagi pemerintah kota untuk mempertahankan atau meningkatkan layanan publik dan investasi infrastruktur.
- Dari sisi lingkungan, pertumbuhan signifikan pada pajak air tanah dapat merefleksikan kenaikan pemanfaatan sumber daya air bawah tanah; ini membutuhkan pengelolaan dan pengawasan agar pemanfaatan tetap berkelanjutan.
Penguatan kebijakan pengelolaan air dan penerapan instrumen fiskal yang mengatur pemanfaatan air tanah dapat menjadi bagian dari strategi pemerintahan kota untuk menyeimbangkan kepentingan penerimaan daerah dan keberlanjutan lingkungan.
Target dan langkah lanjutan Bapenda
Bapenda Kota Pekanbaru optimistis penerimaan dari beberapa sektor, khususnya reklame, masih berpeluang meningkat hingga akhir tahun. Kepala Bapenda menyebutkan upaya yang sedang dan akan dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi potensi penerimaan daerah, termasuk mendorong kepatuhan wajib pajak dan pengawasan administrasi pajak.
| Sektor | Penerimaan Jan–Jul 2026 | Catatan Pertumbuhan/Target |
|---|---|---|
| Pajak makanan dan minuman | Rp105 miliar | Tumbuh 30% vs periode sama 2025 |
| Pajak air tanah | Rp16 miliar | Pertumbuhan 143% dari target |
| Pajak reklame | Rp39 miliar | Mencapai 96% dari target tahunan |
| Seluruh sektor pajak | Lebih dari Rp700 miliar | Akumulasi Jan–Jul 2026 |
Catatan akhir
Kenaikan realisasi PAD menjelang paruh kedua tahun anggaran memberi peluang bagi pemerintah kota untuk mengejar target akhir tahun. Namun, peningkatan pendapatan yang berkaitan dengan sumber daya alam, seperti air tanah, menuntut kebijakan yang terukur agar keberlanjutan lingkungan tidak terabaikan di tengah upaya fiskal. Pemantauan kepatuhan pajak, transparansi penggunaan penerimaan, dan integrasi kebijakan lingkungan-fiskal menjadi kunci agar pertumbuhan penerimaan berdampak positif bagi kesejahteraan warga Pekanbaru secara luas.