Program pasar murah dan tujuan ekonomi
Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menggelar pasar murah yang dilaksanakan serentak di 10 kelurahan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menjaga stabilitas harga, serta berkontribusi dalam upaya pengendalian tingkat inflasi daerah.
Program pasar murah juga dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Selain aspek ekonomi, kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi yang timbul akibat musim kemarau, termasuk kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap dan penurunan kualitas udara.
Skema paket dan alokasi anggaran
Pada pelaksanaan kali ini, Pemkot bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian berkolaborasi dengan Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah untuk menyediakan 6.000 paket sembako yang akan didistribusikan ke 10 kelurahan sasaran. Setiap paket berisi:
- 5 kg beras premium
- 1 kg gula pasir
- 1 liter minyak goreng premium
Paket tersebut disubsidi sehingga dapat dibeli oleh warga dengan harga Rp75.000 per paket. Pemerintah daerah mengalokasikan total subsidi sebesar Rp300.000.000 untuk mendukung pelaksanaan program ini.
| Jumlah Paket | Harga Jual | Total Subsidi |
|---|---|---|
| 6.000 paket | Rp75.000/paket | Rp300.000.000 |
Lokasi distribusi dan sasaran
Distribusi pasar murah difokuskan pada 10 kelurahan yang dinilai strategis. Kelurahan sasaran adalah:
- Kelurahan Pahandut
- Kelurahan Langkai
- Kelurahan Panarung
- Kelurahan Kereng Bangkirai
- Kelurahan Palangka
- Kelurahan Bereng Bengkel
- Kelurahan Kameloh Baru
- Kelurahan Danau Tundai
- Kelurahan Bukit Tunggal
- Kelurahan Menteng
Pernyataan pejabat
"Digelarnya pasar murah memiliki makna penting karena masih dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Menurutnya, pasar murah tidak hanya meringankan beban belanja rumah tangga tetapi juga merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
Dampak jangka pendek dan pertimbangan kebijakan
Dari sisi jangka pendek, intervensi berupa paket sembako bersubsidi dapat membantu menurunkan tekanan pengeluaran rumah tangga berpendapatan rendah dan menahan kenaikan harga di pasar lokal. Kolaborasi dengan Perum Bulog juga penting untuk memastikan pasokan komoditas pokok, khususnya beras, tersedia dalam jumlah memadai.
Namun demikian, keberlanjutan program serupa perlu dilihat dari dua aspek: efektivitas alokasi subsidi terhadap kelompok paling rentan, serta kesinambungan pasokan terutama bila kondisi cuaca kering memicu peningkatan risiko karhutla yang dapat mengganggu distribusi pangan.
Pemerintah kota menyatakan upaya ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kesejahteraan sosial warga Palangka Raya. Pelaksanaan di lapangan, pemantauan distribusi, serta transparansi penerima manfaat menjadi kunci agar subsidi yang dialokasikan mencapai sasaran.