Asap Menipis pada Pagi, Memburuk di Sore Hari
PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota Palangka Raya kembali memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik karena kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah kota. Penerapan PJJ telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan terus dievaluasi secara berkala oleh Dinas Pendidikan setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, menyatakan bahwa tren kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kondisi udara yang cenderung memburuk menjelang sore. Menurutnya, kondisi pagi hingga menjelang siang sering tampak kurang parah, namun ketebalan kabut meningkat pada waktu sore sehingga menimbulkan risiko kesehatan.
"Setiap tiga hari kita evaluasi. Trennya memang kabut asap semakin tebal saja,"
Dampak Kesehatan dan Kehadiran Siswa
Meski pembelajaran dilaksanakan dari rumah, Jayani menyebutkan bahwa sejumlah peserta didik tetap mengalami keluhan terkait saluran pernapasan. Gejala yang dilaporkan meliputi batuk dan sakit tenggorokan, indikasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Data kehadiran di salah satu sekolah dasar di Kelurahan Kalampangan menjadi contoh dampak kondisi tersebut. Dari 32 siswa, hanya 24 siswa hadir ketika dilakukan pencatatan, dan alasan ketidakhadiran sebagian besar terkait penyakit pernapasan.
| Lokasi | Jumlah Siswa Terdata | Jumlah Hadir | Keterangan |
|---|---|---|---|
| SD di Kalampangan | 32 | 24 | Beberapa anak tidak hadir karena keluhan pernapasan |
Evaluasi Berkala dan Skenario Kembali ke PTM
Dinas Pendidikan Palangka Raya melakukan evaluasi setiap tiga hari untuk menentukan kelanjutan PJJ. Menurut Jayani, salah satu prasyarat pertimbangan kembali ke pembelajaran tatap muka (PTM) adalah adanya hujan lebat yang bersifat berkesinambungan, karena curah hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi partikel asap di udara.
Hingga kabut asap menunjukkan perbaikan yang konsisten, PTM belum menjadi pilihan dan PJJ akan terus dijalankan. Pemantauan kondisi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik juga dilakukan secara berkala bersama Dinas Kesehatan.
Tindakan Mitigasi untuk Sekolah dan Orang Tua
Berbagai langkah dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap pada proses belajar mengajar dan kesehatan siswa, antara lain:
- Perpanjangan PJJ sampai kondisi udara membaik secara konsisten.
- Evaluasi setiap tiga hari oleh Dinas Pendidikan untuk menilai tren kualitas udara.
- Koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
- Imbauan kepada orang tua untuk memantau gejala pernapasan pada anak dan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila perlu.
Pihak sekolah diimbau aktif melaporkan kondisi kehadiran dan kesehatan siswa kepada Dinas Pendidikan agar upaya mitigasi dan pelayanan kesehatan dapat diarahkan secara tepat.
Konsekuensi Jangka Pendek dan Panjang
Penerapan PJJ dalam jangka waktu hampir sebulan menimbulkan tantangan pendidikan dan kesehatan. Dari sisi pendidikan, PJJ memerlukan kesiapan infrastruktur dan dukungan orang tua agar tidak menimbulkan learning loss. Dari sisi kesehatan, paparan asap berkepanjangan meningkatkan risiko ISPA dan komplikasi pada anak yang rentan.
Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan belum mengumumkan jadwal pasti kapan PTM dapat dilaksanakan kembali. Keputusan akan mengacu pada hasil evaluasi kualitas udara dan status kesehatan peserta didik.
Warga Palangka Raya diimbau tetap memantau informasi resmi dari pemerintah kota dan dinas terkait serta turut berpartisipasi melaporkan kondisi lapangan agar penanganan dapat lebih responsif dan tepat sasaran.