Rambatan Api dari Lahan Menyebabkan Kerusakan pada Ruang Kelas
Sampit — Kebakaran lahan yang terjadi pada Minggu siang 6 September 2026 diduga merambat dan menimbulkan kerusakan pada salah satu ruang kelas Sekolah Khusus Lentera Nurani yang beralamat di Jalan Nanas 4 Nomor 3A, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Berdasarkan laporan yang diterima petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, informasi mengenai kebakaran bangunan sampai ke petugas sekitar pukul 12.13 WIB. Pada saat itu petugas sedang menangani kebakaran lahan di kawasan Jalan H.M. Arsyad dan langsung bergegas menuju lokasi setelah mendapat laporan dari relawan pemadam.
"Setelah menerima informasi dan melakukan validasi, Regu I langsung menuju lokasi untuk melaksanakan operasional pemadaman,"
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Peleton Piket/Jaga, Akhmad Ilham Wahyudi, yang menerangkan bahwa petugas menemukan api telah merambat ke salah satu ruang kelas. Pemadaman dilakukan cepat untuk mencegah meluasnya kebakaran ke bagian bangunan lain.
Kerusakan Terbatas, Pemadaman Cepat
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, bagian yang terbakar meliputi satu unit AC serta sebagian plafon ruang kelas. Dugaan sementara penyebab rambatan adalah petaka dari kebakaran lahan di sisi bangunan yang diduga masuk melalui pipa AC sehingga membakar perangkat dan plafon di ruang tersebut.
- Lokasi kejadian: Jalan Nanas 4 No. 3A, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
- Kerusakan: satu unit AC dan sebagian plafon ruang kelas.
- Diduga penyebab: rambatan api dari kebakaran lahan di samping bangunan.
Waktu Penanganan dan Prosedur di Lokasi
Petugas melokalisir kebakaran sekitar pukul 12.17 WIB. Setelah pelokalisiran, dilakukan proses pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa maupun potensi kebakaran kembali. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 12.35 WIB, dan personel kemudian kembali ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
| Tahapan | Waktu |
|---|---|
| Laporan diterima | 12.13 WIB |
| Pelokalisiran | 12.17 WIB |
| Pemadaman selesai | 12.35 WIB |
Dalam penanganan kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan Mobil Tangki Pemadam Kebakaran 13 bersama personel Regu I serta mendapat bantuan personel dari Peleton II. Tim melakukan pendinginan dan pemeriksaan sisa panas untuk mencegah kebakaran susulan.
Implikasi Lingkungan dan Kesiapsiagaan Sekolah
Peristiwa ini mencerminkan bagaimana kebakaran lahan dapat berdampak langsung pada fasilitas publik, termasuk pendidikan. Meski kerusakan terbilang terbatas pada perangkat AC dan plafon, kejadian tersebut menimbulkan risiko gangguan proses belajar dan potensi keselamatan siswa dan staf apabila tidak segera ditangani.
Dari perspektif mitigasi risiko kebakaran, kejadian ini menekankan pentingnya tindakan pencegahan di area sekitar bangunan sekolah, antara lain pembentukan zona bebas api, pembersihan semak di sisi bangunan, serta koordinasi cepat antara sekolah, warga, dan petugas pemadam ketika kebakaran lahan terdeteksi.
Petugas pemadam yang berada di lapangan sudah melakukan langkah operasional untuk menutup celah rambatan api. Namun, upaya pencegahan di hulu — pengendalian pembakaran lahan — tetap menjadi kunci untuk mengurangi insiden serupa di masa mendatang.
WE NEWS akan terus memantau perkembangan lebih lanjut, termasuk kebijakan penanganan kebakaran lahan di Sampit dan langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh pihak sekolah serta instansi terkait.